Mencoba untuk Berakal


Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Entah beberapa kali ku dengar pengajian “Berterima kasihlah kita kepada orang yang gemar sekali memburuk-burukkan kita sebab itu tandanya ia selalu ingat akan kita dan perhatian sangat kepada kita..”

Kami hanya tersenyum kecut apabila terkenang akan kaji tersebut sebab pada saat sekarang ini, agaknya kami telah serupa pula dengan yang dikatakan oleh guru yang mengaji itu. Kami telah coba tuk lupakan namun masih terasa jua pedihnya, benar kata orang “Lidah itu bagaikan pedang, luka dengan pedang dapat diobati tapi luka karena lidah hitungan masa belumlah dapat terobati..”


Kami merasa sangat pandir sekali, kenapa sampai terlalu memikirkan kata-kata dari orang yang tak berakal. Tiada pantas untuk difikirkan apalagi untuk dibalas, samalah tak berakalnya awak dengan Manusia Celaka itu..

Banyak orang pandir di negeri ini merasa hebat dengan kata-kata yang dikeluarkannya. Merasa lebih dari orang lain..

Banyak orang yang berfikir demikian..

Komentar