Entah beberapa kali ku dengar pengajian “Berterima kasihlah kita
kepada orang yang gemar sekali memburuk-burukkan kita sebab itu tandanya
ia selalu ingat akan kita dan perhatian sangat kepada kita..”
Kami hanya tersenyum kecut apabila terkenang akan kaji tersebut sebab
pada saat sekarang ini, agaknya kami telah serupa pula dengan yang
dikatakan oleh guru yang mengaji itu. Kami telah coba tuk lupakan namun
masih terasa jua pedihnya, benar kata orang “Lidah itu bagaikan pedang,
luka dengan pedang dapat diobati tapi luka karena lidah hitungan masa
belumlah dapat terobati..”
Kami merasa sangat pandir sekali, kenapa sampai terlalu memikirkan
kata-kata dari orang yang tak berakal. Tiada pantas untuk difikirkan
apalagi untuk dibalas, samalah tak berakalnya awak dengan Manusia Celaka
itu..
Banyak orang pandir di negeri ini merasa hebat dengan kata-kata yang dikeluarkannya. Merasa lebih dari orang lain..
Banyak orang yang berfikir demikian..

Komentar
Posting Komentar