| Ilustrasi Gambar: Disini |
Tersirap[1]
darah kami tatkala mendengar kabar salah seorang kawan kami menabrak
sampai mati dua orang Ahad yang silam. Masih terkenang di kami betapa
hampir dua pekan yang silam masih bercakap-cakap dengan dia. Tak
menyangka kami kalau sekarang dia sudah berada di dalam tangsi, betapa
sedih hatinya, betapa susah hati isterinya..
Kawan kami ini serupa dengan kami, kurang lebih enam bulan masanya
berumah tangga. Beriringan dengan kami menikahnya di akhir tahun yang
lalu..
Kabarnya yang ditabrak ialah sepasang suami isteri yang berumur
kurang lebih 50 tahunan. Iba pula kami dengan keluarga yang ditinggal,
dalam satu kejadian kedua orang tuanya langsung meninggal. Tak
terbayangkan oleh kami bagaimana perasaan keluarga yang ditinggal ini.
Apalagi ini bulan puasa dan beberapa hari lagi kita akan memasuki Syawal
pula.
Akan halnya dengan kawan kami ini, betapa malang nasibnya. Betapa
berat hukuman yang menantinya, entah berapa tahun pula dia akan dihukum.
Puasa ini dia akan menghabiskan masa di dalam tangsi, demikian pula
hari raya nantinya. Bagaimana perasaan keluarganya, ibundanya,
ayahandanya, isterinya, serta keluarga besarnya. Duhai kawan, malang
nian nasib engkau..
Puasa ini sudah empat kecelakaan yang kami dengar terjadi di jalanan
di propinsi ini. Sungguh perasaan hati kami ini tiada tenang, bagaimana
pulakah nasib kami dijalanan? Semoga Allah Ta’ala selalu melindungi
kami, keluarga, beserta orang yang ikut berjalan bersama kami..
[1] Terkejut, kaget
___________________________
* 8 Juli 2014
Komentar
Posting Komentar