![]() |
| Ilustrasi Gambar: Disini |
Sering kali mendengar orang kehilangan Songkok Kepala (helem) karena
dimaling, sering pula terbit heran kami “Untuk apalah orang memaling
Songkok Kepala? Hendak dijualkah? Belum pernah ada orang yang menjual
helem bekas..”
Karena sudah terlalu sering, akhirnya kabar tersebut menjadi angin
lalu saja bagi kami. Sungguh merupakan suatu yang ganjil tatkala kita
sudah terbiasa dengan berbagai berita kejahatan (kriminal). Sudah tak
ada lagi rasa yang terbit tatkala mendengarnya, hingga kejahatan
tersebut mendatangi kita. Begitulah yang kami alami..
Pada hari keenam puasa, kemalangan tersebut menghampiri kami jua
akhirnya. Entah ada apa dengan nasib kami, berbagai kemalanan agaknya
silih berganti setia menjenguk kami. Onda yang dengan nyaman kami
parkirkan pada salah satu tempat parkir di salah satu kantor
pemerintahan di kota ku. Onda yang selama ini tak pernah menjadi
perhatian orang-orang, tiba-tiba menjadi perhatian seorang atau mungkin
beberapa orang pencuri jahanam. Bukan onda yang dimaing melainkan helem
yang kami kaitkan di alas duduk (jok) ondalah yang menjadi sasaran
durjana itu.
Kami menyadarinya tatkala hendak berangkat pulang pada pukul tiga
petang hari (di bulan puasa, Kantor buka dari pukul 8-15) kami sempat
merasakan ada yang aneh pada onda kami, ketika hendak memutar kunci
kontak barulah kami tersadar. Songkok Kepala yang telah bersama kami
lebih dari empat tahun ini diambil orang, dibawa lari, lain kata di
Maling. Sungguh durjana sangat, tak tahu maling itu kalau kami dan Si
Songkok Kepala telah bertahun-tahun bersama..
“Apa merek Songkok Kepala engku ?” tanya salah seorang kawan
“KYT engku, yang memiliki dua kaca hitam dan putih (double vision)” jawab kami..
“O.. patutlah engku, helem dengan merek itu memang terkenal mahal. Jarang yang dibawah 200rb harganya..” jawab kami tersebut.
Kamipun heran pula Songkok Kepala kami yang kami pandang biasa-biasa
saja, rupanya Songkok Kepala mahal “Tapi engku, Songkok Kepala kami itu
barang lama, telah hampir 5 th pula bersama kami..”
Dengan memberikan senyum prihatin kawan kami tersebut berujar “Mungkin sudah nasib engku agaknya..”
Benar kata kawan kami itu, sudah nasib kami didera kemalangan demi kemalangan. Benar-benar puasa yang berat tahun ini..
Namun Si Maling masihlah baik hati agaknya, masih ada kenang-kenangan
yang ditinggal olehnya untuk kami. Semoga Songkok Kepala berada dalam
kemujuran dengan Induk Semangnya yang baru..
______________________
* 4 Juli 2014
* 4 Juli 2014

Komentar
Posting Komentar