| Ilustrasi Gambar: Disini |
“Kapan mulai Minggu Tenang itu engku..?” Tanya si Engku Mahmudin
“Ahad inilah mulainya engku..” Jawab Engku St.Mantari
Engku Mahmudin gelar St.Pangeran tampak berfikir sejenak “Kalau
begitu bilakah orang akan ujian ini, bukankah anak-anak dari SD sampai
kuliah sudah selesai ujiannya..”
Sirahlah muka Engku St. Mantari dibuatnya, benar-benar puasa hari ini
agaknya “Hei engku.. siapa kata orang akan ujian!? Minggu tenang karena
hendak memilih Arba’a tanggal 9 nanti..!”
Dengan santainya engku St. Pangeran berujar “Hei engku, Arba’a hanya
empat hari lagi kalau engku masukkan hari Ahad ini ke dalam hitungan.
Yang namanya Minggu itu ialah sepekan engku, dalam sepekan itu ada tujuh
hari. Ini namanya Hari Tenang, bukan Minggu Tenang!! Bagaimana pula
engku ini..”
Kami tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan tingkah pola kawan yang
berdua ini. Sama agakanya dengan Kisah Pena Hijau, tahukah engku dan
encik ceritanya? Begini ceritanya;
“Engku, pinjam saya pena hijau engku agak sebentar..” pinta kami.
Dijawab oleh kawan yang dimintakan pinjam “Mana pula pena hijau, pena biru ini engku..” kami hanya tersenyum menahan kesal mendapat jawapan serupa itu dari kawan kami ini.
Semua orang sudah tahu kalau pena yang dimaksud ialah bewarna biru
namun tetap saja digelari dengan pena hijau. Demikian pula dengan minggu
tenang ini, walau tak sampai tujuh hari, dinamai orang jua dengan
Minggu Tenang.
Sebenarnya perkara yang sama banyak berlaku di kehidupan kita seperti
penyebutan “bulu” yang ada pada tubuh selain kepala. Dalam pandangan
Ilmu Hayat (Biologi) yang kita sebut dengan bulu tangan, bulu kaki, dan
lain sebagainya ialah rambut. Karena dalam pandangan ilmu ini, yang bulu
itu ialah seperti yang ada pada ayam dan segala macam burung-burungan.
Jadi kita juga harus menyebut “rambut kucing” dan “rambut anjing”.
Demikian juga kisah Massa & Si Berat, dalam pandangan ilmu fisika yang kita timbang-timbang di atas timbangan itu bukan “berat” melainkan “massa”.
___________________________
* 7 July 2014
Komentar
Posting Komentar