![]() | |
| Ilustrasi Gambar: Disini |
Dengan heran kamipun bertanya kepada kawan kami ini ”Benarkah engku, lalu kenapa engku terlihat sedih dengan kabar tersebut? Bukankah sudah
lama engku berminat hendak membeli rumah dan sekarang telah terkabul
keinginan engku beserta isteri tersebut..”
Wajah muramnya tak jua hilang, sambil membuang muka kawan kami ini
berkata “Memanglah benar demikian adanya engku, namun engku sendiri
tahulah bagaimana kami ini. Sangat susah bagi kami untuk memulai
pergaulan dilingkungan baru. Apatah lagi semenjak menanti kabar perihal
rumah baru tersebut, alangkah gundah hati kami mengingat bahwa kami dan
keluarga akan segera pindah dari lingkunga lama ke lingkungan yang baru.
Seburuk-buruknya keadaan di lingkungan kami yang lama, belum tentu
keadaan lebih baik akan berlaku di tempat baru..”
Kamipun tersenyum mendengarnya, memanglah benar demikian adanya.
Sudah semenjak lama kawan kami ini berusaha mencari rumah baru satelah
sebelumnya bersusah payah berhemat dan mencari tambahan penghasilan.
Selama ini kawan kami ini tinggal di rumah sewaan yang cukup memuaskan
keadaannya, hanya saja bukan milik sendiri, tentulah berlainan rasanya
dengan kepunyaan sendiri.
Kawan kami ini sangat mudah kikuk apabila berhadapan dengan orang
yang baru dikenalnya. Bagi orang-orang yang tak kenal akan siapa dirinya
yang sebenarnya maka akan mudah mereka mengatakan kalau kawan kami ini
orang yang angkuh lagi sombong. Bukannya tak hendak menyapa akan tetapi
dia bersifat pengecil hati sehingga apabila sapaannya tak dijawab maka
dia sakit hati dan takkan lagi hendak menyapa. Bukannya suka pilih-pilih
dalam berkawan namun memanglah sudah menjadi tabi’at dirinya akan kikuk
dan salah tingkah dan salah ucap apabila berhadapan dengan orang yang
baru dikenalnya.
Kami tak tahu apakah semua itu ialah merupakan penyakit atau malah
cacat pada dirinya. Namun memang demikian adanya, sudah semenjak lama
mengidamkan rumah sendiri namun tatkala hendak dicapai dia menjadi
berat. Berat berpisah dengan lingkungan yang lama, dengan para jiran.
Apalagi di tempat baru dia harus memulai pergaulan yang baru dengan
aturan dan ragam watak serta tabi’at orang yang berlainan pula.
Demikianlah kisah salah seorang kawan kami yang sedang gundah-gulana..

Komentar
Posting Komentar