![]() |
| Ilustrasi Gambar: Disini |
Telah lama berlakunya dan telah sering kami dapati, sungguh tak faham kami, ada apa dengan kita?
Satu hal kejadian yang sering berlaku tatkala kami menunaikan shalat
berjama’ah ialah perkara shaft yang tak rapat dan lurus. Terkadang kami
biarkan saja karena betapapun lurus niat kita untuk menyapa orang yang
silap ini, namun tanggapan yang kami dapat ialah berlainan. Acuh tak
acuh atau tak hendak merapat, atau ada yang hendak merapat tapi tak
sempurna karena masih ada jarak antara jari kelingking kaki kami.
Padahal di dinding masjid serta imam telah memberi ingat “Shaft Lurus dan Rapat, Hp Mohon Dimatikan..”
Hal serupa demikianlah yang kami alami Jum’at patang
(kemaren), entah kejadian yang keberapa kali, kami tiada pula ingat.
Namun ada sesuatu yang lain yang tak pernah berlaku kami dapati hari
Jum’at itu. Kejadiannya ialah tatkala kami menyapa orang yang berada di
sebelah kanan kami agar merapat ke kiri – sebab kami berada pada shaft
sebelah kanan dari imam – dengan cara menyentuh celana dari si engku
ini.
Namun apa yang kami dapati? Si engku menoleh dengan tak acuh sambil
mengibaskan tangannya ke celana bekas sentuhan kami tadi. Kami terkejut,
dikiranya kotor dan bernajiskah kami ini?
Si engku inipun hanya beranjak sekenanya dari tempatnya semula, tetap
ada jarak antara kedua jari kelingking kaki kami, langsung takbir dan
berlagak acuh. Kami hanya diam dan tersu melanjutkan shalat sebab Imam
telah takbir.
Apakah kami yang salah? Atau ada alasan lain? Entahlah..
Ada apa dengan umat Islam pada masa sekarang? Sudah sering diingati,
sudah sering pula diberi tahu namun tetap saja berkeras hati.

Komentar
Posting Komentar