![]() |
| Ilustrasi Gambar: Disini |
Kata orang kehidupan ini memiliki dua sisi, seperti hitam-putih,
susah-senang, siang-malam, miskin-kaya, cantik-buruk rupa,
pertemuan-perpisahaan, datang-pergi, dan lain sebagainya.
Tampaknya hal demikianlah yang akan kami alami beberapa saat lagi.
Kami akan berangkat dari kota kecil yang bagi sebagian penduduknya
menjemukan karena lengang, sedangkan bagi kami sangatlah tenang karena
jauh dari riuh-rendah perkotaan. Kota tempat karir kami dimulai,
kehidupan sebagai seorang pegawai diawali, tempat suka-duka kami hadapi.
Kota yang telah lebih dari tiga tahun ini kami tempati..
Akhirnya masa untuk pergi datang jua, dahulu kami datang dengan
segala harapan dan sekarang pergi dengan meninggalkan kenangan. Kota
yang takkan pernah kami lupakan karena telah menjadi bagian dari tarikh
perjalanan hidup kami.
Sungguh berat sangat hati ini tatkala menyadari bahwa kami akan pergi
dari kota ini. Tiada lagi akan kami dapati jalanan yang lengang dan
tenang. Penduduk yang renggang dan jauh dari hingar-bingar perkotaan.
Karena kehidupan kami akan segera berganti menjadi hal yang sebaliknya.
Kami pernah mendengar orang berkata perihal kota kecil ini
yaitu: kota ini ialah sebuah nagari (desa) yang maju. Mungkin beberapa
orang penduduk kota ini akan tersinggung atau marah mendengarnya. Bagi
mereka mungkin sebuah hinaan namun bagi kami justeru sebuah pujian.
Banyak orang di kota ini beranggapan bahwa “yang namanya kota haruslah
ramai, tidak serupa keadaan sekarang di kota ini, lengang, terutama
akhir pekan..”
Namun pendapat kami “memang demikian anggapan kita yang tinggal
disini, namun berlainan anggapan orang yang datang. Kebanyakan orang
kota sudah penat denga gaya hidup perkotaan yang ramai, bising, dan
penuh sesak. Tatkala mereka datang mengunjungi kota kita, mereka justeru
merasakan sebaliknya, ketenangan..”
Tiada tempat lain serupa kota ini di propinsi kami. Kalaulah tak demi keluarga, kami akan undur masa kepindahan kami..
__________________________
24 Juni 2014

Komentar
Posting Komentar