Canon Rock

Dahulu semasa kuliah kami pernah mendapat beberapa buah video dari kawan kos kami. Video itu memperlihatkan kelihaian beberapa orang bermain gitar memainkan sebuah lagu. Lagunya bagus, membuat fikiran ini melayang, sangat menikmati kami. Kesemua video berisikan lagu tersebut namun dengan jumlah pemain beraneka ragam. Ada nan hanya satu orang, dua orang, enam orang, dan jumlah pemain gitar nan lebih banyak lagi memainkan lagu tersebut secara bergantian melalui web video.


Canon Rock judul lagunya,..

Cukup lama video tersebut kami simpan dan beberapa kali kami dengarkan, namun entah kenapa video itu kemudian hilang dari laptop kami. Mungkin tak sengaja terhapus tatkala meinstall ulang laptop. Celakanya lagi kami lupa pula judul lagunya, payah kami mencari di internet tak bersua. Sungguh tak dinyana..

Berbilang tahun kemudian, tepatnya selepas musim asap di tahun 2015, di pekan-pekan awal bulan November, tak sengaja kami tersua kembali video tersebut di youtube. Namun ada nan lain, tak serupa dahulu lagi sudah ada pemain musik baru, lebih muda nan memainkannya. Memakai biola ia, berduet dengan seorang pemain gitar. Duhai merdunya, kami memang suka akan biola walau hingga kini tak pernah pandai memainkannya. Hanya memandangi, menyayangi, dan menyimpan dengan sangat baik sebuah biola tua pusaka peninggalan datuk[1] kami.

Ya, datuk kami itulah nan menyebabkan kami suka dan cinta akan biola. Ia meninggal tiga tahun sebelum kelahiran kami. Kami hanya mendapati foto beliau sambil memegang biola dan mendengar cerita dari bunda dan orang-orang bagaimana suara biola melengkingnya sering menarik perhatian orang kampung kami, tua dan muda. Semasa kanak-kanak kami sering kena tanya "Masih adakah biola datuk engkau itu?". Datuk kami boleh dikata orang pertama dan satu-satunya nan pandai memainkan biola ketika itu di kampung kami. Menjadi legenda beliau ini..
Selain ada video lama nan pernah kami miliki dahulu, video Canon Rock ini rupanya sudah banyak ragamnya. Ada pula seorang gadis menggunakan serulingnya memainkan lagu ini.

Semula  kami sangka lagu ini ialah ciptaan orang Jepang karena setahu kami "Canon" ialah mereka dagang milik orang Jepang. Rupanaya tidak, judul asli dari lagu ini ialah Canon in D nan diciptakan oleh Johann Pachelbel seorang berkebangsaan Jerman, ia meninggal di umur 52 tahun (1 September 1653 - 9 Maret 1706). Musik nan diciptakannya ini digemari banyak orang selama lebih dari tiga abad. Pada tahun 2005 seorang gitaris berkebangsaan Taiwan melakukan arasmen ulang terhadap lagunya tersebut, Jerry C namanya. Serta seorang berkebangsaan Korea nan bernama Jeong Hyun Lim membuat lagu hasil arasmen ulang Jerry C tersebut semakin dikenal oleh orang. Semua itu mereka lakukan melalui media Youtube.

Rupanya video itu kami dapatkan disaat sedang sangat digemari ketika itu, dimasa dimana kedua gitaris asal Taiwan dan Korea memulai menerbitkannya di Youtube. Tak ketinggalan zaman kami rupanya.

Dan sekarang lagu tersebut semakin indah dengan dimainkan oleh seorang pemain biola, semakin cantik karena kami telah lama jatuh cinta pada biola.
___________________________________
Catatan Kaki:
[1] Mamak dari bunda, mamak ialah saudara perempuan dari bunda. Berarti datuk kami ialah saudara perempuan nenek kami.

Lihat Juga:
http://www.berbagiinfo4u.com/2012/09/siapa-pencipta-lagu-canon-rock.html
http://orchiresa.blogspot.co.id/2011/05/asal-mula-cannon-rock-dan-pencipta-nya.html

Komentar