
- Ilustrasi Gambar: Internet
Beberapa masa nan lalu kami tuntas membaca sebuah buku nan berjudul “Harus Bisa” yang dikarang oleh Engku Dino Pati Jalal, seorang diplomat asal Solok, Sumatera Barat. Bukunya tersebut mengisahkan kepemimpinan Presiden SBY pada periode pertama (2004-2009) kepemimpinannya di negeri ini. Semula kami tiada berminat, namun setelah mulai membaca kami menjadi kecanduan.
Tampaknya buku ini menjadi semacam “hadiah” bagi para pejabat ketika itu. Kebetulan mertua lelaki kami termasuk pada jenis tersebut. Sebab kami tiada pernah mendengar perihal buku ini, tampak dijual di kedai bukupun tak pernah. Atau mungkin karena kami jarang ke kedai buku?
Bukunya tebal, namun tampilannya menyenangkan ditambah gaya bahasanya yang ringan nan tak kaku. Berlainan dengan buku-buku sejenis yang tak kalah sama methodisnya. Buku ini berasal dari catatan-catatan Engku Dino semasa menjadi Pesuruh Khusus Presiden Bidang Luar Negeri, oleh karena itu gaya penulisannya lebih mirip buku harian.
Sungguh menyesal kami “Kenapa baru sekarang sampai kepada kami buku ini?” sebab buku ini menjelaskan dari sudut pandang orang dalam perihal keadaan di pemerintahan pada masa itu. Kami termasuk yang kecewa dengan presiden sby disebabkan sifatnya yang kami anggap kurang tegas – terutama pada media – pada masa ia memimpin.
Buku ini menggambarkan sby dari sudut pandang orang dekatnya, bagaimana kesehariannya, bagaimana caranya ia menyelesaikan masalah, sifat, sikap, dan penilaiannya, serta lain sebagainya. Dari buku ini tampak jelas serupa apa sebenarnya kepribadian dari sby – tentu saja dari sudut pandang orang terdekat yang menghormati dan mengagumi dirinya – itu sesungguhnya.
Nan membuat kami berdecak kagum ialah mengenai pergaulan dirinya di dunia internasional. Betapa sekalian kepala negara dan pemerintahan baik itu dari negara maju ataupun berkembang menunjukkan rasa hormatnya pada republik ini melalui presiden sby. Benarlah, untuk membuat negara ini dihormati, pemimpinnya mesti dihormati dahulu, tidak hanya oleh rakyat melainkan juga oleh orang-orang dari luar.
Kami sependapat dengan pendapat yang mengatakan “10 tahun yang terbaik” bagi pemerintahan sby yang berakhir hampir setahun nan silam. Sungguh sedih kami melihat keadaan masa sekarang, ingin rasanya memintak kembali sby untuk memimpin negeri ini “Disitu terkadang saya merasa sedih..”
Komentar
Posting Komentar