Semula kami heran dengan judul filem ini “Mortdecai, nama planet mana pula itu?” rupanya kami salah, ianya bukan nama planet apalagi binatang ataupun makanan melainkan nama orang. Lord Mortdecai lengkapnya, seorang bangsawan asal Kerajaan Inggris. Dia memiliki pengetahuan yang sangat luas perihal Sejarah Seni[1] namun pengetahuannya itu disalurkannya bukan kepada kebaikan melainkan dijadikannya landasan dalam berniaga barang seni curian. Namanya cukup terkenal di dunia hitam tersebut dan gara-gara itulah ia menjalani petualang seru dengan pelayannya nan setia, isterinya, serta kawan lamanya semasa berkuliah dahulu.
Lord Mortdecai diperankan oleh “Kapten Jack Sparrow” Jhony Deep nan kocak. Ia memiliki seorang pelayan setia nan bernama Jock nan diperankan oleh Paul Bettany. Kami cukup terkejut dengan ini karena selama ini Paul Bettany memerankan peran-peran nan serius serupa Inspektur Polisi dalam filem The Tourist yang juga dibintangi oleh Jhony Deep atau Trancedence yang kembali dibintangi oleh Jhony Deep, atau The Vision dalam The Avenger; Age of Ultron. Dalam filem terakhir tak ada Jhony Deep ikut bermain.
Jock ialah tipe pelayan khas Inggris, sangat setia, kemanapun induk semangnya pergi maka ia akan selalu mengikuti. Bahkan tatkala induk semangnya diculik dan dibawa sampai ke Moskow, Jock bahkan mengiringi, sampai bersembunyi di mesin pesawat menahan dingin. Sungguh kami tersentuh, alangkah senangnya kalau kami memiliki anak buah serupa Jock ini.
Lord Mortdecai memiliki seorang isteri yang sangat mencintainya, walau pada penampakan lahir ia agak keras pada sang suami, namun itu demi kebaikan suaminya jua. Diam-diam ia ikut melakukan penyidikan Lukisan Goya yang dicuri demi suaminya, pergi ke Amerika menyusul sang suami karena cemas dengan suaminya, serta membantu suaminya menjual lukisan nan dicuri tesebut demi menjaga Tanah Mortdecai agar tidak dilelang karena suaminya tak sanggup membayar pajak. Alangkah beruntungnya Sang Lord, memiliki anak buah dan isteri nan setia.
Lord Mortdecai sendiri ialah seorang yang eksentrik, selalu menjaga kumisnya nan menjadi ciri khas keluarga Mortdecai selama beberapa generasi. Tatkala disuruh mencukur kumis oleh isteriniya ia memohon dengan sangat. Dia tidak pandai berkelahi namun memiliki banyaka akal, Jocklah yang diandalkannya jika terjadi baku-hantam. Singkat kata ia merupakan sosok tak berguna, hanya dua nan membuat ia lebih dari manusia lainnya yakni gelar kebangsawanannya dan pengetahuannya nan luas perihal Sejarah Seni.
Satu nan terkenang oleh kami perihal Sang Lord, dia sangat enggan ke Amerika. Dia selalu menyebut negara itu dengan sebutan “The Coloni”, tidak menyukai adat orang Amerika yang menurutnya tidak berperadaban, dan tatkala sampai di hotel dimana didapatinya banyak perempuan bertelanjang (Hanya memakai kutang dan kolor saja) dia kesal “Serasa di rumah bordir..” katanya. Dia menggambarkan pribadi Aristokrat Innggris sejati yang menganut nilai-nilai moral yang ketat, sesuatu nan jarang dijumpai pada masa sekarang. Kami tersenyum saja sebab kalau tiada salah Jhony Deep ialah seorang Amerika..
Demikianlah, singkat kata filem ini ialah filem lawak (komedi) walau ada sisi laganya namun tak begitu berat membuat filem ini menjadi berat. Salut kepada Jhony Deep dan salut juga kepada Paul Bettany..
_______________________________________
Catatan Kaki:
_______________________________________
Catatan Kaki:
[1] Suatu bidang keilmuan yang lazim digemari oleh para bangsawan di Kerajaan Inggris, bahkan Pangeran William kami dengar lulusan dari Jurusan Sejarah Seni di salah satu perguruan tinggi ternama negerinya.

Komentar
Posting Komentar