There is no gentleman

Memorie before Eid Day

Every years before Eid, my mother always ask me to go to market in the Bukit Tinggi City. In this time, that market was full of crowded and most of them was the womans. So I should face this woman to acomplish my mission from my mother. That is not easy guys..
___________________________

Dahulu kami acap kena suruh belanja berbagai keperluan dapur untuk hari raya yang terlupa oleh bunda ke Pasar Bukit Tinggi. Dan setiap menjelang hari raya, pasar di Bukit Tinggi selalu ramai. Kalau hari biasa hanya Rabu dan Sabtu yang ramai maka di hari-hari terakhir puasa setiap hari menjadi ramai.


Demikian pula dengan tahun ini, ramai dengan induak-induak[1] berbelanja keperluan dapur. Sama dengan tahun-tahun nan silam yang menjadi saingan kami ialah induak-induak yang suka mendesak. Bukannya siapa yang duluan melainkan siapa yang cepat dan gigih (ngotot) lah nan mendapat. Dahulu kami sering tertahan, perlahan-lahan maju dan lebih banyak kena salip, mungkin ada setengah jam kami tegak sampai mendapat tanya "Hendak belanja apa engku" dari yang punya kedai.

Itu dahulu, kini kami coba untuk melupakan sikap tertip, sopan, dan gentleman. Hanya beberapa menit, keperluan membuat kue bunda telah didapat.

Tempat Kejadian Perkaranya ialah sebuah kedai legendaris yang menjadi acuan kaum ibu untuk belanja bahan kebutuhan dapur mereka. Nama kedainya mirip dengan judul sebuah lagu wajib yang biasa didendangkan semasa bersekolah dahulu. Letaknya ialah di Pasa Bawah, tak jauh dari pintu masuk ke pasar yang berada di hadapan Banto Trade Centre.

Mungkin engku, rangkayo, serta encik kenal dengan kenai ini. Atau mungkin pernah pula berbelanja ke sini.. sama awak..
Selamat Beraya Esok Hari kepada engku, rangkayo, serta encik sekalian..
___________________
Catatan Kaki:

[1] Ibu-ibu - at Pasar Bawah
View on Path

Komentar