Pada suatu malam nan berangin, beberapa hari selepas Musim Kabut Asap di negeri kami, secara tak sengaja kami menemukan sebuah video orang bermain biola. Lagu nan dimainkan berjudul Canon Rock, sebuah lagu nan selama beberapa tahun ini kami cari-cari, sekitar delapan atau sembilan tahun nan lampau kami pernah memiliki videonya.
http://www.youtube.com/watch?v=gWwqmEZ0x3k
Sungguh senang hati kami, bersyukur kami karena berhasil bersua kembali setelah berpisah beberapa tahun.
Kami tertarik dengan video nan kami dapat, seorang pemuda korea, masih bujang memainkan lagu ini dengan biolanya. Lazimnya anak bujang di negeri kami - telah berlaku semenjak kami bujang pula - lebih menggemari gitar. Sungguh hebat, permainannya bagus sekali. Kami tengok anak bujang ini sangat elok rupanya, berdo'a kami dalam hati semoga si buyung kami serupa ia pulalah apabila gedang nanti. Tampan rupawan, pandai bermain musik (terutama biola), dan juga pandai dalam pelajaran serta kehidupan.
Sangat berkeinginan kami agar si buyung dapat menyampaikan cita-cita kami pandai bermain biola, telah dua generasi di keluarga kami tiada lagi nan pandai menggesek biola. Biola tua pusaka dari datuk kami terbungkus kertas koran disimpan dalam kotak di atas lemari, sungguh sangat sayang. Kabulkanlah Ya Allah, amin..
Hubungan kami dengan biola ibaratkan sepasang kekasih nan saling mengidamkan namun tiada dapat memiliki. Apalah daya masing-masing kami dipisahi oleh keterbatasan, ketidak pandaian memainkan biola. Hendak dicari guru, gurupun tiada di kampung kami. Tak banyak nan pandai bermain biola di kampung kami, kalaupun ada, tiada hendak mengajari.
Komentar
Posting Komentar