PK: Kritik dari makhluk asing

Picture: Here
Beberapa hari nan lalu kami menonton sebuah filem, filem India. Isteri kami acap memperolok kami kalau kami suka filem India, padahal dia juga suka. Sebenarnya kami tak pilih-pilih dalam menonton filem, nan kami perhatikan ketika memilih filem untuk ditonton ialah cerita yang dikisahkan serupa apa? kalau suka kami tonton, kalau tidak maka takkan kami tonton.

Filem nan kami tonton ini berjudul PK yang dibintangi oleh Amir Khan. Filem ini kami ketahui keberadaannya tatkala membaca ulasannya pada salah satu majalah. Begitu membacanya kami langsung suka, sungguh salut kami kepada Amir Khan ia telah membintangi beberapa filem yang penuh inspirasi. Setidaknya kami mengetahui ada tiga filemnya yang menginspirasi yaitu 3 Idiot, satu lagi lupa kami judulnya kisahnya tentang seorang anak yang menderita disleksia, dan yang ketiga ialah filem nan baru saja kami tonton PK.

Walau sebenarnya filem ini menurut kami agak berbahaya - terutama bagi nan pengetahuan agamanya agak kurang - karena yang diangkat ialah masalah agama. Namun bukan mencaci melain mengkritik berbagai agama yang ada di India, filem ini bukan mengkritik ajaran agama melainkan pengamalan ajaran agama-agama tersebut oleh penganutnya.

Mengambil cerita pada seorang alien yang datang ke bumi karena baru mengetahui ada kehidupan di planet lain selain planet asalnya. Seorang Alien - memiliki bentuk tubuh yang sama persis dengan manusia bumi - yang kemudian bernama PK dikirim untuk melakukan penelitian di planet Bumi ini. Dilihat pada satu sisi, planet asal alien ini ialah sebuah planet yang telah memiliki peradaban yang tinggi. Namun disisi lain juga digambarkan anti-tesisnya yakni makhluk di planet asal PK sama sekali tak memakai pakaian. Dengan kata lain telanjang bulat.

Entahlah, tak usah difikirkan PK kalau kita tanyai pasti memiliki jawapan tersendiri "Bukan Pk engku, tapi penulis skenario dan sutradaranya.."

Sungguh sangat cerdik - kreatif - sekali orang India ini, sejauh pengetahuan kami filem-filem nan bertemakan alien atau luar angkasa selalu mengedepankan kecanggihan teknologinya namun tidak untuk PK. Tampaknya sosok PK yang sama sekali asing dengan kehidupan bumi hanya menjadi alat untuk mengkritisi kehidupan bergama di India - dan mungkin juga dunia - karena seluruh rangkaian cerita mengisahkan pengalaman si PK dengan pola berfikirnya yang khas dalam menerima, memahami, dan memaknai setiap fenomena kehidupan yang ditemuinya.

Filem ini kabarnya sempat diprotes untuk dilarang di India karena ceritanya yang kurang berkenan di hati para pemeluk agama. Bersyukur kami karena ajaran Islam agak kurang dibahas di filem ini. Hanya perkara penyegelan salah satu sekolah dan percobaan pembunuhan kepada seorang anak yang bernama Malala. Adapun dengan agama lain, terutama agama Hindu memang agak banyak mendapat porsi dalam kritikan.

Tatkala melihat sosok PK kami terkenang dengan salah satu buku nan kami baca "Dunia Sophie" sebuah buku atau novel tentang filsafat yang dibuat sebagai sebuah novel agar mudah difahami bagi yang mempelajarinya. Dalam novel tersebut dikatakan bahwa "Seorang anak itu terlahir untuk menjadi seorang filsafat.." hal ini karena kanak-kanak memiliki cara berfikir yang khas - radikal & polos - dimana terkadang membuat orang dewasa kehilangan akal untuk memberikan jawapan. Demikian pula dengan PK, bak kanak-kanak yang baru mendapati berbagai kejadian yang sama sekali belum pernah dialaminya. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan PK sering menohok, membuat kesal, hilang akal, atau berujung tawa pada orang nan ditanya.

Demikianlah, untuk lebih lengkapnya silahkan tonton filemnya,. PK

Komentar