- Picture: Here
Daku coba bertanya kepada burung yang lalu "Adakah tampak oleh kalian belahan jiwa dan hati daku?"
"Tiada, kami tiada sampai ke bandar mereka.." jawab sang burung
"Entahlah, daku hanya lalu saja disana.." jawab sang angin
Daku coba lagi bertanya kepada bulan nan hilang-hilang timbul. Dari kejauhan suara bulan sayup-sayup terdengar "Tiada tampak pada daku, awan menutupi bandar itu.."
Baiklah, kepada awan daku coba tanyakan, apapula jawapan mereka "Nan manakah rumahnya gerangan?" jawab awan hilang akal.
Akhirnya dengan segala ke pasrahan daku coba bertanya kepada toncek[1] yang sedang membuat paduan suara di tabek[2] di hadapan rumah "Ah, pandir engkau. Sudah tahu pergaulan kami hanya dari tabek ke tabek di kampung ini saja. Memangnya kami ini toncek istana?" jawab Kepala Suku toncek angkuh..
Kini kepada malam nan kelam daku serahkan segalanya, biarlah malam nan menyampaikan rasa itu, cinta nan membuncah, rindu nan tiada dapat ditahan lagi..
________________________
Catatan Kaki:
[1] Kodok
[2] Kolam Ikan
Komentar
Posting Komentar