Bukit Tinggi & Bandara

Picture: Here
"Di Bukit Tinggi ada bandar udara kah tuan.." tanya salah seorang adik kami - yang sebenarnya keponakan - tatkala sedang asyik duduk- duduk bercakap-cakap dengan keluarga di Bandar Palembang ini.

Kami terkejut dan dengan segera menjawab dengan tersenyum "Tak ada dinda.." jawab kami kepada gadis nan wajahnya serupa dengan Dea Ananda ini "bandara hanya ada di Bandar Padang, hanya dua jam ke kampung kita.."

Segera ayahnya memotong "Tahukah engkau upiak kenapa tak ada bandara di Bukit Tinggi..?" tanyanya dengan air muka sunguh-sungguh.

Kami terkejut dan Si Dea Anandapun terkejut pula, pipet yang sedari tadi digigit-gigitnya tatkala bertanya kepada kami terjepit diantara dua giginya nan putih bersih, kucir rambutnya yang bergerak-gerak sedari tadi ikut pula terdiam. Si Dea Ananda menjawab "Tak tahu ayah.."

"Haa.. itulah.." jawab ayahnya "Kalau dibuat orang bandara di Bukit Tinggi, alamat kampung akan lengang karena sekalian orang disana akan pergi merantau.." terang ayahnya masih dengan air muka sungguh-sungguh.


Kami dan Si Deapun tertawa terbahak-bahak, ada-ada saja akal tuan (abang) kami ini dalam membuat gurauan. Dan selama di Palembang ini kami mendapatkan beberapa kisah jenaka dari tuan kami ini. Semoga saja kami tiada lupa sehingga dapat pula kami kisahkan kepada engku, rangkayo, serta encik sekalian..

Komentar