
- Picture: Here
Spectre berarti momok atau dapat juga berarti hantu, demikianlah jawaban nan diberikan oleh Pak Uwo Google kepada kami. Itulah judul seri terbaru dari filem James Bond, sang angen rahasia asal kerajaan Inggris. 007 kata sandinya sama dengan tiga nomor terakhir dari BP kami ketika berkuliah dahulu.
Kami pernah membaca sebuah tanggapan nan mengatakan kalau filem James Bond nan terbaru ini lebih banyak drama dibandingkan laganya. Setelah kami tonton, kami berpendapat lebih seimbang antara drama dengan laga. Hanya saja, semenjak beberapa filem terakhir ini kami amati agak mulai berubah coraknya. Serasa menonton filem Batman karya Pak Nolan saja awak ini.
Adegan telanjang ria boleh dikatakan tak ada, berpagutan hanya sedikit, demikian juga dengan adu bibir dan adu desahan nafas. Kami yakin nan demikianlah nan terlintas di benak engku, rangkayo, serta encik sekalian apabila mendengar Filem James Bond.
Tatkala menonton filem ini kami terkenang dengan roman "Pulang" nan dikarang oleh Tere Liye. Sama-sama meangkat kisah organisasi bawah tanah nan menguasai kehidupan manusia. Dalam filem ini James Bond menghadapi organisasi nan bernama SPECTRE yang rupanya diketuai oleh abang angkatnya nan bernama Ernst Stavro Blofeld.
Organisasi ini berusaha mendominasi kekuatan baru nan ada di zaman sekarang. Kekuatan baru itu bukan senjata ataupun obat beracun melainkan perangkat komunikasi dan informasi. Pada zaman sekarang, barang siapa nan menguasai informasi maka dialah penguasa dunia.
Demikianlah, James Bond berkelana ke berbagai negeri demi mencari sang pemimpin organisasi tersebut, hendak dibunuhnya. Kami heran, dari mana James Bond dapat uang sehingga dapat pergi kemana-mana?
Ada jua nan membuat kami heran, tatkala James Bond melarikan diri dari markas utama Spectre nan ada di gurun di Benua Afrika. Dia hanya meledakkan bom kecil, lalu melakukan tembak-menembak ala kadarnya dengan para anak buah abang angkatnya. Lepas itu, tatkala ia sudah sampai di landasan heli kopter, tiba-tiba seluruh markas meledak, padahal tiada nan memasang bom.
Keanehan lainnya, tiba-tiba saja abang angkatnya sudah ada di London, selamat ia dari aksi ledakan nan dahsyat tersebut. Hendak tahu kami, bagaimana cara ia lolos dari ledakan nan begitu dahsyat?
Ah, usah engku, rangkayo, serta encik fikirkan pula. Tonton saja filemnya, kalau dapat jawapannya beritahu kami..
Komentar
Posting Komentar