Filem ini sudah lima tahun nan silam dibuat namun baru kami tonton, semula kami tak tahu kalau filem ini terdiri dari beberapa seri sehingga seri kedua lebih dahulu kami tonton makanya jadi tak menarik. Diangkat dari sebuah roman nan berjudul sama dengan filemnya; Berbeda.
Mengisahkan kehidupan suatu masa diantah barantah di masa depan, kehidupan manusia dibagi kepada lima suku berdasarkan bakat dan keahlian mereka. Suku itu ialah Keterusterangan,
Terpelajar, Persahabatan, Gigih, dan Pelepasan Diri. Watak, tabi'at, sifat, dan ciri anggota suku menggambarkan suku mereka. Kelima suku ini dipimpin oleh Suku Pelepasan Diri yang terkenal murah hati, suka menolong, dan kaya akan sifat kasih dan sayang.
Selain itu terdapat satu kelompok orang yang disebut tak bersuku, mereka tak masuk ke dalam lima suku ini. Mungkin karena kemampuan mereka tak satupun nan memenuhi persyaratan dari kelima suku ini. Dan satu lagi suku yang dikenal dengan nama Suku Pemberontak yang diburu, dikejar, dan dilawan oleh Suku Terpelajar. Mereka bukannya orang-orang yang tak memiliki kemampuan nan menonjol melainkan sebaliknya mereka memiliki banyak kemampuan nan menonjol tak hanya kemampuan nan dimiliki satu suku, mereka lebih dikenal dengan sebutan "Berbeda".
Suku-suku ini tidak diwarisi semenjak lahir melainkan ditentukan setelah si anak beranjak dewasa. Mereka diberi serangkaian ujian dan kemudian diadakan upacara pemilihan suku. Banyak yang memilih suku lain diluar suku orang tuanya. Dua diantaranya ialah Beatrice nan menawan dan abangnya Celeb Prior. Beatrice memilih Suku Gigih nan berganti nama menjadi Tris sedangkan abangnya memilih Suku Terpelajar.
Sebenarnya dalam tes diketahui bahwa Beatrice Prior nan menawan ini seorang Berbeda pengujinya menyarankan agar ia merahasiakannya dan apabila ditanya jawab sahaja kalau hasil tesnya menunjukkan kalau ia memiliki keunggulan Suku Pelepasan Diri.
Banyak suka-duka nan dialami Beatrice atau yang telah berganti nama menjadi Tris selama mengikuti pelatihan dalam Suku Gigih. Suku Gigih merupakan suku para prajurit dan polisi, mereka dituntut untuk unggul dalam bela diri, peperangan, mengalahkan rasa takut, dan lain sebagainya. Intinya, sifat dan tabi'at seorang harus mereka miliki, asah, pertajam, dan kembangkan.
Namun agaknya ada masalah yakni politik. Selalu ada nan berusaha untuk lebih berkuasa dari nan lain. Dalam hal ini ialah Suku Terpelajar yang menggadang-gadangkan hendak menjaga keamanan dan keseimbangan kelima suku mereka berusaha mengambil kekuasaan dari Suku Pelepasan Diri. Suku Terpelajar dibantu oleh Suku Gigih dalam menyediakan pasukan untuk melakukan penaklukan dan pembunuhan.
Kebohongan para politikus selalu diulang-ulang salah satu nan menarik hati kami ialah percakapan antara Beatrice dengan Jeanine pemimpin dari Suku Terpelajar. Ia mengakatan akan memerangi sifat dasar manusia seperti menyimpan rahasia, berbohong, dan mencuri. Maksudnya ialah orang-orang yang masuk ke dalam Suku Pemberontak yang Berbeda. Namun sebaliknya, justeru Jeanine bersama sukunyalah yang melakukan segala kebohongan, menyimpan rahasia, dan mencuri dari suku lain. Namun sayang, hukum milik yang memegang senjata dan berkuasa.
Filem ini berkisah tentang asal muasal kehidupan dimasa depan beserta gambaran secara luas kehidupan masa itu. Terutama dari segi kekuasaan, bagaimana hasrat untuk berkuasa suatu golongan atas golongan lainnya serupa dengan insting binatang dalam rimba. Yang kuat menindas yang lemah.
Kami sarankan baiknya kita tonton filem keduanya: Pemberontakan.
Komentar
Posting Komentar