Lubang Japang



Orang banyak yang mengenalnya dengan nama Lobang Jepang atau Japanese Tunnel. Terletak di di atas tebing yang dibawahnya ialah Ngarai Sianok. Terletak dalam kawasan Objek Wisata Taman Panorama yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi.

Dibangun pada masa pemerintahan penjajahan Jepang pada masa tahun 1942 sebagai tempat perlindungan. Namun sebagian sumber menyebutkan bahwa lubang itu diperuntukkan sebagai benteng pertahanan.

Sejarahnya masih kontroversi hingga kini, terdapat dua versi: Pertama, merupakan versi yang disampaikan oleh para pemandu yang ada di sana bahwa lubang tersebut dibuat dengan tujuan sebagai benteng pertahanan oleh Jepang. Adapun tenaga yang dipakai ialah para tenaga kerja paksa atau yang pada masa itu dikenal dengan nama Romusha. Proses pembangunan lubang dipenuhi dengan berbagai bentuk penyiksaan dan kekejaman lain oleh tentara Jepang dan dengan korban yang tidak sedikit.

Kedua, ialah versi Jepang yang menyebutkan bahwa lubang tersebut dibangun dengan tujuan sebagai tempat perlindungan dimana pembangunan lubang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menahan getaran bom. Proses pembangunan dirancang dan diawasi oleh orang Jepang sedangkan tenaga kerja yang dipakai ialah para buruh pertambangan yang digaji dan didatangkan dari Kota Sawah Lunto. Selain itu juga terdapat penduduk sekitar Luhak Agam yang menjadi tenaga lepas atau harian. Tugas mereka berada di atas permukaan.





Komentar