Seri ketiga dari filem Berbeda rupanya bukan yang terakhir, pihak rumah produksi memutuskan untuk membelah dua filem ini. Namun filem yang semula akan dibuat sebagai filem layar lebar seperti dua filem sebelumnya dirubah menjadi serial tivi. Banyak penggemar mereka nan kecewa dan hingga kini kami belum menemukan bagian terakhir tersebut. Kekecewaan lainnya ialah jalan cerita yang berbeda sangat dengan romannya. Kalau hal ini kami tidak mengetahui dengan betul sebab tak membaca romannya tersebut.
Filem bermula dengan penghadangan yang dilakukan oleh para pemberontak – yang telah menggulingkan rezim lalim – terhadap para penduduk yang hendak keluar dari tembok. Penguasa baru Evelyn – yang merupakan ibu dari Tobias – beranggapan bahwa dunia di luar tembok belum terjamin keamanannya bagi penduduk.
Rangkaian pengadilanpun dilakukan terhadap pengikut rezim terdahulu. Terjadi perbedaan pandangan dalam hal pengadilan ini karena rakyat dibiarkan dengan bebas menentukan hukuman. Kurang lebih samalah kiranya dengan “main hakim sendiri” dimana orang-orang berjiwa gersang, keras, penuh kebencian dan tipu daya juga dapat menentukan hukuman.
Suku-suku dihapuskan – karena memang inilah tujuan Evelyn yang tak bersuku – dan dalam pengadilan ini pemimpin dari – yang dulunya – Suku Persahabatan menentang cara penghakiman barbar ini. Orang-orang yang sefaham dengannya memutuskan untuk keluar dari koalisi.
Adapun Beatrice – setelah menyelamatkan Celeb – bersama Tobias memutuskan untuk mengikuti saran dari para leluhur. Dalam pelarian bergabung bersama mereka Peter, Cristina, dan Tori. Tori tewas ketika mereka tengah baku tembak dengan anak buah Evelyn.
Dunia luar rupanya tidak seperti yang mereka bayangkan, keadaannya kurang lebih sama dengan di dalam tembok. Dunia di dalam tembok rupanya percobaan hal ini karena pada suatu masa dimasa dahulu umat manusia menemukan cara untuk mengubah genom untuk menjadi lebih baik. Namun rupanya perubahan-perubahan yang dilakukan oleh manusia terhadap diri mereka bukannya menyebabkan mereka menjadi lebih baik namun justeru sebaliknya, kehilangan kemanusiaan mereka itu seniri. Itulah penyebab kehancuran dunia mereka pada masa dahulu.
Maka muncullah istilah DNA Murni dan Rusak, murni berarti bahwa DNA mereka telah kembali seperti sedia kala sebelum nenek moyang mereka melakukan perubahan sedangkan rusak ialah DNA yang belum sepenuhnya kembali. Rupanya istilah Berbeda di dalam tembok di luar tembok dimaknai dengan Murni, dan diantara mereka berlima hanya ia seorang yang murni.
Permasalahan di dalam tembok semakin menjadi dimana perpecahan berujung peperangan sedangkan di luar tembok tipu daya David yang memimpin Biro Kesejahteraan Genetik mulai terkuak dihadapan Beatrice dan kawan-kawannya. Kecuali Peter yang berkhianat, mereka semua memutuskan untuk melawan dengan kembali ke dalam tembok guna mencegah terjadinya banyaknya jatuh korban.
Kami sangat tertarik dengan penjelasan dalam filem ini dimana asal mula kehancuran kehidupan manusia dimasa depan ialah karena manusia merasa tidak puas diri lalu melakukan berbagai macam bentuk perubahan (modifikasi) terhadap diri mereka. Maksud hati hendak lebih baik, justeru bertambah buruk bak kata pepatah Harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan.
Seperti penjelasan David, terlalu berani menyebabkan kita menjadi kejam, terlalu pintar menyebabkan kita kehilangan rasa. Itulah kenyataannya sekarang. Sebagai contoh yang jamak kita dapati pada masa sekarang ialah Operasi Plastik, pencemaran lingkungan, pemanasan global, dan lain sebagainya.
Dalam Al Qur’anpun telah dijelaskan “Telah nyata kerusakan di darat dan di laut akibat ulah perbuatan tangan manusia..”
Silahkan tonton filemnya tuan..
Komentar
Posting Komentar