The Heist

Picture: https://en.wikipedia.org
Baru-baru ini kami menonton sebuah filem nan berjudul The Heist yang dibintangi oleh Robert de Niro. Filem ini mengisahkan perjuangan seorang ayah untuk anaknya. Seorang lelaki yang bernama Vaughn, ayah dari seorang anak yang sedang dirawat di rumah sakit karena penyakit kanker. Anaknya butuh biaya untuk operasi, kalau tidak dapat dilakukan dengan cepat maka nyawa anaknya tak dapat ditolong.
Setiap hari ia menangis, dikala sendiri tentunya. Memikirkan anak nan seorang ini, kedua tangannya tak mampu untuk menyelamatkan. Mesti meminjam tangan dokter dan tentulah mesti dibayar, permasalahannya uang untuk membayar tak ada.

Vaughn bekerja pada sebuah kasino yang dimiliki oleh Tuan Pope (Robert de Niro), karena tiada tahu lagi hendak kemana mencari uang maka ia cobalah meminjam uang kepada induk semangnya ini. Walau mereka telah kenal lama namun rupanya tak dapat menjadi penolong. Sudah menjadi peraturan di kasino tempat mereka bahwa tak ada pinjam-meminjam.
Terjadi pertengkaran pada malam ia meminjam uang, akhirnya Vough dipecat. Sudah tertutup semua pintu pengharapan baginya untuk menyelamatkan anaknya nan sedang terbaring tak berdaya di rumah sakit. Hampir saja anaknya di keluarkan karena belum melunasi biaya serta terancam gagal dioperasi karena tak jua membayar uang untuk biaya operasi. Adapun dengan asuransi, sudah dua bulan tak dibayar.
Namun tak juga tertutup sepenuhnya jalan itu, beberapa hari sebelumnya seorang karyawan baru di kasino tempat kerja Vaughn menawarkan untuk melakukan perampokan di tempat kerja mereka. Awalnya dia menolak karena tahu apa akibatnya jika berani merampok Pope. Namun kini ia tak ada pilihan lain, hanya inilah satu-satunya jalan nan terbuka baginya, demi anak terkasih nan sedang menanggung derita apapun akan dilakukannya. Walaupun pekerjaan haram sekalipun.
Demi mengantar anaknya ke meja operasi, ia mempertaruhkan nyawanya yang hanya ada satu di kandung badan. Dengan dibantu adik perempuannya ia merancang siasat. Perampokan berhasil, tiga orang kawannya mati, Pope nan dirampokpun akhirnya melepaskannya – sebagai sesama ayah – telah lama hatinya terketuk melihat perjuangan Vaughn namun selama ini kata hatinya selalu ditentang sendiri olehnya.
Akhirnya, uang dikirim, dan anaknya berhasil dioperasi. Adapun dengan Vaughn dapat lepas dari tersangka karena para saksi sepakat mengatakan kalau para perampok hanya berjumlah dua orang.
Demikianlah, adapun di republik ini hanya ada Hari Ibu, sebagian besar ranah pemikiran lebih banyak membahas perihal jasa dan perjuangan seorang ibu. Demikianlah di negara ini, ibu begitu diperjuangkan. Demikianlah, ayah mungkin asing bagi orang-orang di republik ini, seorang ibu digambarkan sebagai makhluk nan patut dibela dan diperjuangkan terutama apabila ia terancam dengan buah hatinya. Namun sebaliknya seorang ayah dianggap tak patut untuk mendapat belas kasih, walau ia terancam untuk dipisahkan dari buah hatinya pula. Demikianlah perbedaan perlakuan di republik ini.

Komentar