Jalan Tak Ada Ujung

Picture: https://id.wikipedia.org
Roman ini meangngkat kisah yang berlaku semasa perjuangan merebut kemerdekaan, dimana keadaan tak menentu. Tentara Belanda bersama NICA berusaha mengembalikan keadaan di republik ini seperti sebelum Jepang masuk. Terus terang, kami terkenang kembali dengan filem Naga Bonar yang sangat disarankan oleh dosen kami untuk ditonton semasa berkuliah dahulu.
Akan halnya filem Naga Bonar yang memberikan sudut pandang lain atas para pejuang dan keadaan masyarakat masa perjuangan demikian pula dengan roman ini. Suatu pandangan lain, kenyataan yang selama ini tiada pernah diungkapkan perihal dunia perjuangan masa itu. Kisah suci dari negeri para dewa tiada akan engku dapati dalam roman Jalan Tak Ada Ujung ini.

Mengisahkan perihal kehidupan tiga orang, Guru Isa beserta isterinya serta kawannya Hazil. Guru Isa seorang penakut yang sangat benci dengan peperangan yang terjadi, mengharapkan ketenangan, dan sangat mengidam-idamkan hidup tenang bersama keluarganya. Dia benci dengan peperangan ini, namun kenyataan berkata lain ia ditarik ke dalam dunia perjuangan yang penuh kekerasan. Setiap malam ia tidur tiada lelap, ketakutan, diteror oleh mimpi buruknya.
Isterinya seorang perempuan mandiri yang keras dan tiada mengenal rasa takut. Mengharapkan suaminya tiada keluar dari dunia pergerakan karena banyak orang mengharapkan dirinya. Seorang perempuan kesepian karena suaminya tak lagi dapati menjalankan kewajiban sebagai suami. Akhirnya menikam suaminya dari belakang dengan berkhianat bersama kawan suaminya. Orang yang selama ini dibantu oleh suaminya. Bagi dirinya tiada berarti penderitaan suaminya, baginya penderitaannya jauh lebih hebat, tiada diberi nafkah bathin semenjak enam bulan pernikahan mereka.
Hazil ialah seorang pemuda pemberontak, jiwa mudanya masih bergelora dan penuh dengan idealisme. Mengorganisir perjuangan di bawah tanah dan berusaha memerdekakan negeri ini dari para penjajah. Kesetiaannya kepada negara dan perjuangan tak diragukan namun kesetiaanya kepada kawannya sungguh sangat mengecewakan. Pada akhirnya sifat pengecut Hazil keluar juga, seseungguhnya ia seorang penakut dan bukan seorang Pahlwan. Tak mungkin seorang pahlawan akan berbuat khianat dengan isteri kawan sendiri.
Kami pernah membaca roman Muchtar Lubis nan lain dan tiada begitu terkejut dengan alur cerita yang telah dirancangnya. Sangat berani dalam mengungkapkan sisi kehidupan yang berhubungan dengan nafsu birahi namun tetap tak kehilangan inti cerita sebenarnya. Bukan sekadar pemanis melainkan kenyataan, sehingga kami kehilangan akal untuk memberi kritik.
Roman ini memberikan pesan bahwa walau seseorang pada pandangan lahir penakut (pengecut, pecundang) namun belum tentu sifat itu benar-benar melekat pada dirinya. Karena dapat saja ia belum berhasil mengalahkan berbagai rasa takut yang ada pada dirinya. Buktinya ialah Guru Isa yang justeru bertahan terhadap berbagai siksaan demi menyimpan rahasia perjuangan.
Dan orang yang terlihat pemberani pada pandanga lahir belum tentu ia seberani nan disangkakan orang. Karena dapat saja ia sebenarnya bersikap demikian karena hendak menyembunyikan rasa takut yang ada pada dirinya. Buktinya ialah Hazil yang seorang pengecut, menzinahi isteri kawan dan kemudian tiada tahan dengan siksaan dan akhirnya mengungkapkan rahasia perjuangan.
Singkat kata, rasa takut itu akan terus ada. Begitu satu rasa takut berhasil dikalahkan maka rasa takut nan lain menanti untuk dikalahkan..

Komentar