| Picture: https://en.wikipedia.org |
Diluncurkan pada tahun 2002, ketika itu kami tonton masih dalam bentuk kepingan VCD. Mengisahkan tentang perjuangan seorang ayah dalam menyelamatkan anaknya dengan segala kekuarangan yang ia miliki. Filem ini juga mengambarkan betapa orang miskin tidak memiliki banyak pilihan apabila telah terkurung dalam suatu masalah.
Denzel Wahsington memerankan Jhon Quincy Achibald, seorang ayah dari seorang anak yang mengalami gagal jantung. Anak bujangnya hanya memiliki dua pilihan segera dioperasi atau segera menghadap Yang Kuasa.
Karena ketiadaan asuransi dan biaya operasi yang mahal, membuat Jhon kepayahan. Disaat ia sedang mengusahakan uang nan diminta, dia mendapat kabar dari isterinya kalau anaknya hendak dikeluarkan.
Gundah, galau, dan marah membuat Jhon memutuskan untuk melakukan penyanderaan di rumah sakit. Ancamannya hanya satu, segera anaknya dioperasi. Demikianlah, disaat terdesak tak ada pilihan seorang ayah akan melakukan segala daya dan upaya nan ada, nan terfikirkan, dan nan sanggup ia lakukan.
Anaknya berhasil dioperasi namun Jhon mesti dihukum, walau bagaimanapun ia telah melanggar hukum. Banyak orang nan mendukung dirinya mendoakan agar ia terbebas dari hukuman.
Demikian, tak kuat jauh dari anak, tak kuasa menahan anak, dan tak ada pilihan agar anak tetap tinggal bersama dirinya telah membuat seorang ayah melakukan hal-hal nan tak terfikirkan dan masuk akal. Walau bukan kita nan mengandung, tapi bukan berarti rasa sayang seorang ibu jauh lebih besar dari sayang seorang ayah. Tidak, air mata ibu lari keluar, air mata ayah lari ke dalam.
Komentar
Posting Komentar