Now You See Me 2

Dahulu kami heran kenapa sampai mendownload filem ini. Tatkala kami tonton kami bersyukur karena tiada salah mendownload filem. Filem tentang para pesulap dan kecerdikan tipuan mereka. Tentunya tak semuanya tipuan karena ada juga campur tangan teknologi pembuat filem di dalamnya.
Intinya filem ini mengasyikkan, kejar-kejaran dan adu kecerdikan. Akhirnya tiada kami sangka, rupanya orang nan mengejar mereka itulah nan menggerakkan mereka. Dan juga kami juga terkejut karena filem ini menjadikan “The Eye” sebagai guru, panduan, dan perlambang dari ideologi mereka.

Sudah tak terhitung jumlah filem Hollywood yang mempropagandakan Mata Satu yang merupakan perlambang dari mata Dewa Horus dalam agama kuno Mesir. Maknanya ialah mata yang selalu melihat artinya ialah ilmu pengetahuan, kebajikan, dan lain sebagainya tafsiran yang diberi.
Dalam filem nan kedua ini, mulai digambarkan bahwa “The Eye” ialah sejenis Dewan yang menggerakan para pesulap ini. Merekalah yang memberi pekerjaan, mereka pula yang menentukan sasaran.
Kita memang mesti bijak dalam menonton filem asing yang berbeda kebudayaan, agama, dan nilai-nilai yang dianut. Kami yakin bahwa banyak diantara engku yang mencemooh perihal Teori Konspirasi, Organisasi Rahasia, Masyarakat Terselubung, Kaum Pemuja Setan, dan lain sebagainya. Namun sangat sukar untuk ditolak bahwa lambang-lambang milik mereka dipakai secara luas dan resmi pada masa sekarang. Termasuk di negeri kita.
Adapun perihal filem ini sangatlah bagus, karena filem ini memperlihatkan adu kecerdikan antara si pengejar dengan yang dikejar. Serta diakhir filem diperlihatkan hubungan sebenarnya antara dua tokoh utama dalam filem ini. Memanglah Morgan Freeman tiada berbakat jadi pelakon antagonis.
Selamat menonton engku, rangkayo, serta encik sekalian. Pesan kami: bijaklah dengan apa yang kita tonton, perbaharui terus pengetahuan agama dan sejarah kita agar jangan mudah ditipu. Bak kata pesan orang tua-tua di kampung kami, jangan sampai berlaku hendaknya pepatah: Jalan dialih orang yang lalu, takaran ditukar oleh orang yang berdagang. Yang artinya jangan sampai kita dipecundangi oleh orang, demikianlah kira-kira kalau kami tiada silap.

Komentar