Terkenang oleh kami dahulu tatkala pertama kali menonton filem ini, ketika itu masih es em a. Filem ini ditayangkan di salah satu stasiun tivi swasta yang merupakan satu-satunya stasiun tivi yang dapat ditangkap siarannya oleh antena UHF di negeri kami. Ketika itu ada lima stasiun tivi swasta, yang empat hanya dapat ditangkap dengan menggunakan antena parabola yang untuk takaran orang kampung sangatlah mahal. Alasan lainnya, siaran tivi nan banyak itu akan menyebabkan anak-anak mereka lalai dalam belajar. Hal mana menjadi terbukti kini.
Dua kali diputar di stasiun tivi yang sama namun dalam masa yang berbeda. Masa yang kedua itu ialah tatkala kami sedang duduk di bangku kuliah.
Kalau kami tiada salah ada kelanjutannya, namun dibintangi oleh pelakon utama nan berlainan. Kalau di filem nan pertama Andy Lau yang menjadi pelakon utama. Maka di filem nan kedua Ekin Chenlah nan menjadi pelakon utamanya. Adapun polisi malang nan menjadi mainan pelakon utama dalam filem ini masih diperankan oleh pelakon yang sama.
Kami sangat suka dengan filem nan satu ini, karena dalam melakukan suatu tindak kriminal sang penjahat nan cerdik menggunakan akalnya nan sangat panjang itu. Dan penjahat sebenarnya bukanlah tokoh utama nan panjang akal itu melainkan tokoh lain. Tindak kejahatan nan dilakukannya hanyalah untuk membalas kejahatan dari penjahat sebenarnya.
Tiada korban jiwa dari setiap kejahatan nan diperbuatnya. Singkat kata, untuk menegakkan keadilan, sang tokoh utama terpaksa melakukan tindakan kejahatan yang dapat dikenai sangsi hukum padanya. Namun dia selalu lolos berkat akalnya nan panjang itu.
Ditambah dengan tingkah jenaka dari perwira polisi nan menangani kasus. Kesal dan geram mereka dengan kawan sesama polisi. Hanya karena berbeda pandangan dan berlainan pendapat dalam menyelesaikan persoalan nan sedang ditangani. Suatu kejadian yang juga kami dapati dalam bekerja keseharian.
Kecerdikan memanglah sangat diperlukan. Petuah orang tua-tua di kampung kami “Banyak ilmu maka lapang dunia oleh engkau, namun sebaliknya apabila sedikit ilmu atau kepandaian itu maka akan terasa sempit dunia oleh engkau..”
Ilmu lebih utama dari pangkat dan jabatan. Namun hanya sedikit orang-orang nan berpandangan demikian. Sebagian besar orang nan tampil ke hadapan memimpin ialah orang-orang nan memandang dari segi pangkat, kekuasaan, uang, dan hanya pandai bercakap saja. Apabila disuruh bekerja banyak tak tahu, pandainya hanya memanfaatkan orang nan dipandang lemah saja.
Itulah dunia masa kini, dan betapa insyaf kami bahwa ilmu dan pengetahuan amatlah penting dalam menghadapi kejamnya manusia yang tampil dalam kehidupan masa kini. Biarlah tak berharta, biarlah tak berpangkat, asal kita kaya akan ilmu dan pengetahuan. Karena dengan itu para jahanam itu akan dapat kita hadapi.
Komentar
Posting Komentar