Sepotong Hati yang Baru-Tere Liye


Picture: https://kumparan.com
Tatkala memilih-milih buku yang tersusun sembarangan di lemari, kami tak sengaja menemukan sebuah roman yang tampak begitu tak asing, namun kami tak ingat apakah pernah membacanya. Judulnya menarik hati dan memancing rasa penasaran, dikarang oleh seorang pujangga terkenal republik ini dengan nama samarannya yang aneh, Tere Liye. Akhirnya dengan setengah hati kami ambil. Di dalam bilik nan sunyi kami baca ceritanya.
Cerita pertama tak begitu asing bagi kami, rasa-rasanya pernah kami baca tapi lupa entah dimana. Karena penasaran akhirnya kami periksa betul-betul, dan tersualah tulisan tangan buruk kami. Ya, sekarang baru ingat, lima tahun nan silam roman ini kami beli dan telah kami baca sampai tuntas.

Roman ini berisi delapan bab yang masing-masing bab merupakan kisah tersendiri yang tak berkaitan dengan bab nan lain. Tampaknya kitab roman ini merupakan kumpulan delapan kisah pendek yang ditulis oleh pengarangnya.
Tuan Tere Liye memang terkenal ahli dalam perkara merangkai kata dan lihai dalam menyimpan makna dalam setiap rangkaian kata yang ditulisnya. Tak jarang hati ini bergetar dibuatnya karena rasa sakit nan sama juga pernah atau tengah kami rasakan.
Ya, sesuai dengan judulnya “Sepotong Hati yang Baru”, roman ini mengisahkan hati nan remuk redam karena duka yang terasa akibat luka nan digoreskan dengan kejam oleh takdir kehidupan. Cinta yang tak berbalas, pengkhianatan, kesalah fahaman, dan pengharapan.
Walau diawal buku dijelaskan oleh tuan pengarang bahwa kisah-kisah nan terdapat dalam roman ini merupakan khayalan belaka namun kami yakin beberapa kisahnya ialah benar berlaku.
Selamat membaca dan selamat merasakan sakitnya cinta, “… karena keadaan ini akan terus merajam daku hingga akhir hayat kelak.”

Komentar