![]() |
| Picture: http://onesearch.id |
Beberapa hari nan silam kami mengikuti sebuah diskusi panel tentang bebatuan (geologi). Salah seorang ahli bebatuan sengaja didatangkan ke bandar kami ini untuk memberikan penjelasan, pemahaman, dan pemaparan. Urang Bandung dia dan yang lebih mengejutkan lagi, narasumber kami ini rupanya telah beberapa kali ke Sumatera Barat melakukan penelitian dan telah pula mengarang sebuah buku tentang Warisan Bebatuan di Ranah Minang. Buku ini dibagikan oleh si engku narasumber kepada para peserta diskusi.
- Danau Maninjau ialah danau vulkanik karena berasal dari letusan gunung merapi ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan tahun yang lalu. Melihat besar kawahnya, tentulah gunung ini merupakan gunung yang sangat besar pada zaman dahulunya.
- Danau Toba sama dengan Danau Maninjau yakni sama-sama danau vulkanik pula. Dan tentu saja letusan gunung yang menyebabkan kawah yang sekarang bernama Danau Toba itu lebih dahsyat dari gunung yang menyebabkan Danau Maninjau.
- Danau Singkarak merupakan danau tektonik, maksudnya ialah terbentuknya danau ini karena terjadi pergeseran lempeng bumi. Danau ini disebabkan tumbukan dua lempeng yang prosesnya berlangsung jutaan tahun pula. Ada satu keanehan pada Danau Singkarak yakni danau ini mengalami pelebaran, inilah yang menyebabkan air Danau Singkarak bertambah berkurang.
- Kelok Sembilan sangat menakjubkan karena menunjukkan keselarasan (harmonisasi) hubungan manusia dengan alam. Manusia berhasil bersahabat dengan alam dan mencari jalan keluar atas tantangan yang diberikan oleh alam. Kelok Sembilan sendiri terletak di zona rawan gempa.
- Masih banyak lagi yang tiada kami perhatikan..
Demikianlah, cukup banyak hal baru yang kami dapatkan, walau duduk paling belakang, lebih banyak hilir mudik, dan tak memperhatikan. Maklumlah, kami kan panitia.

Komentar
Posting Komentar