Bleach 2018


Sepekan nan silam mendapat sebuah filem yang diangkat dari filem kartun Jepang (Dan filem kartun ini diangkat dari cerita komik yang dikenal dengan nama Manga di negeri asalnya). Bleach judulnya dan katanya berasal dari kata BurÄ«chi dalam Bahasa Jepang. Setelah kami cari tahu, Bleach itu artinya pemutih dalam Bahasa Inggris, terus terang kami bingung.
Filem ini kami tonton dengan setengah hati, seri Manga Jepang menurut kami sudah serupa sinetron di Indonesia. Kenapa demikian? Karena panjang rangakaian ceritanya, tengok saja One Piece dan Detective Conan yang dahulu sangat kami gemari, hingga kini belum jua nampak ujung dari ceritanya itu. Padahal sudah semenjak masa bersekolah dahulu kami tonton.

Namun entah kenapa, kami teruskan saja menonton filem nan satu ini, rupanya bagus jua.
Berkisah perihal seorang anak SMA (yang bernama Kurosaki Ichigo)[1] memiliki kemampuan melihat hantu yang kemudian menjadi incaran dari sebangsa makhluk halus jahat yang dinamai dengan Hollow. Dia ditolong oleh seorang Malaikat Kematian (yang bernama Kuchiki Rukia) yang kebetulan sedang bertugas. Dan karena Si Malaikat Maut yang berjenis kelamin perempuan (dan manis pula)[2] itu terluka oleh Hollow tatkala berusaha menyelamatkannya, satu-satunya jalan ialah dengan menjadikan Ichigo sebagai Malaikat Kematian, caranya ialah memindahkan sebagian kekuatan Rukia ke Ichigo dengan menusuk dada orang yang dituju hendak dipindahkan kekuatan tersebut.
Hollow berhasil dikalahkan, Ichigo selamat, dan Si Rukia nan semok tinggal dalam lemari di bilik Ichigo. Kenapa? Karena Rukia telah memberikan miliknya yang paling berharga kepada Ichigo, dan sebagai laki-laki Ichigo mesti bertanggung jawab karena telah mengambil milik berharga seorang gadis. Ah, alangkah senangnya kalau ada perempuan semok tidur dalam lemari bilik awak di rumah.
Maka petualangan Ichigo sebagai Malaikat Kematian dimulai, bertemu dengan orang-orang yang juga memiliki kekuatan sama dengan dirinya, serta mulai tersingkapnya tabir kematian ibundanya dahulu.
Menonton filem ini lebih baik menurut kami daripada membaca komik dan menonton kartunnya. Karena satu filem ini sudah merangkum satu musim yang entah berapa seri. Kalau kami tak salah baca di Wikipedia, jumlah keseluruhan musimnya ada enam. Mantap, nonton filemnya sajalah awak..
______________________________
Catatan kaki:
[1] Adat orang Asia Timur, entah itu Cina, Korea, ataupun Jepang dalam menuliskan nama ialah dengan menuliskan nama Suku (Marga, klan, dll) atau nama keluarga di awal kata dan baru menyusul nama yang bersangkutan pada urutan selanjutnya. Namun dalam penerjemahan selalu dibalik, bukankah sebaiknya kita mesti menghormati adat orang nan berlainan dengan adat kita? Apalagi ini tidak melanggar satu normapun di negeri kita.
[2] Terkenang dengan Filem “Death Note” dimana pada filem tersebut Dewa Kematian digambarkan sebagai makhluk nan mengerikan.

Komentar