Pidato Mohammad Hatta pada Perayaan 17 Agustus 1949 di Belanda


Judul Video:Pidato Mohammad Hatta pada Perayaan 17 Agustus 1949 - Belanda
Pengunggah:Yesterday Pictures
Diunggah:15 Juli 2017
Jenis:Hitam Putih
Durasi:04.12 menit
URL:https://www.youtube.com/watch?v=6Zs87IV7H7I
Lokasi Pidato:The Hague, Belanda
Peristiwa:Menjelang KMB
Tanggal:17 Agustus 1949



Merdeka..!!
Merdeka..!!, balas hadirin

Pada perayaan tujuh belas Agustus tahun ini, perayaan yang kaampat kalinya. Saya merasa sedikit terharu oleh karna saya merayakan, perayaan yang kaampat ini jauh dari tanah air, jauh dari pusat pemerintahan republik. Sampai sekarang saya merayakan ulangan tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Indonesia sendiri, di tengah-tengah rakyat sendiri. Akan tetapi sekali ini, saya merasakan jauh dari tanah air, di tengah-tengah saudara-saudara Bangsa Indonesia dan Bangsa Belanda yang simpati kepada perjuangan Indonesia.


Memang ada perbedaan, perbedaannya ialah oleh karna saya disini jauh dari pada rakyat sendiri. Dan memperjuangkan cita-cita rakyat. Tapi sebaleknya saya merasa gembira berada di tengah-tengah saudara Bangsa Indonesia dan saudara-saudara Bangsa Belanda yang simpati dengan perjuangan Bangsa Indonesia.

Tepuk tangan dari hadirin..

Ampat tahun kami berjoang, memperjuangkan cita-cita ini. Dalam ampat tahun itu kami mengalami kekalahan, kami menderita kekalahan, tapi kami tidak pernah mengaku kalah, tidak pernah kami mengaku kalah. Kami senantiasa menyimpan dalam jiwa kami cita-cita Indonesia Merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. 

Tepuk tangan dari hadirin..

Saudara-saudara,. Perjoangan yang ampat tahun itu, dengan penderitaan yang tidak sedikit daripada pemuda-pemuda Indonesia datang dari seluruh lapisan bangsa. Datang dari seluruh daerah bangsa.

Bukan hanya pemuda dari Jawa dan Sumatera yang ikut berjuang, tetapi juga pemuda dari Maluku, pemuda dari Sulawesi, pemuda dari Kalimantan, berkumpul dalam Republik Indonesia. Memperjuangkan cita-cinta Indonesia Merdeka.

Tepuk tangan dari hadirin..

Saudara-saudara,. Dalam perjuangan ini sudah tertanam persatuan di dada pemuda kita yang berjuang dan oleh karena itu saya harap pula daripada saudara-saudara yang berada disini, jauh dari Tanah Air, ada yang belajar, dan ada yang bekerja. Saya harapkan pula supaya diantara saudara-saudara itu ditanam persatuan yang amat kuat.

Tepuk tangan dari hadirin..

Mereka itu saudara-saudara, mereka itu redha memberikan apa yang ada dalam jiwanya, memberikan nyawanya, memberikan tenaganya untuk cita-cita kemerdekaan bangsa. Bahwa mereka itu juga berharap kepada kita semuanya, rakyat yang diluar perjuangan, rakyat yang memimpin pergerakan, rakyat yang di luar tanah air, supaya memadu persatuan yang sekuat-kuatnya. Supaya di atas persatuan itu kita dapat mencapai dengan selekas-lekasnya cita-cita kebangsaan Indonesia, cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Juga dimuat di: https://ordinarymanjournal.wordpress.com

Komentar