Judul: Shaft
Produksi: Warner Bros, Netflix, New Line Cinema
Sutradara: Ztim Story
Bintang: Samuel L. Jackson, Jassie Usher, Richard Roundtree
Tahun peluncuran: 14 Juni 2019
Durasi: 111 menit
__________________________________
Agak enggan pada awalnya namun setelah melihat-lihat rumah produksi ditambah pelakon utama kami berpendapat “Mungkin filem ini bagus..”
Dari judulnya kami agak merasa aneh, Shaft, serupa nama Islam karena kami umat Islam menyebut barisan untuk shalat dengan shaf atau saf. Rupanya kisah perihal seorang polisi keras kepala yang tak taat pada aturan sehingga mendapat musuh seorang bos kelompok pengedar obat bius yang mencoba menyakiti keluarganya.
Kisah berawal di tahun 1988 dan kemudian berpusat pada masa kini, kami berpendapat menggunakakan kata masa kini ialah pilihan tepat. Karena filem ini diluncurkan pada tahun 2019 dan berarti proses pengambilan gambar tahun sebelumnya, jadi apabila filem ini ditonton nanti entah ditahun berapa maka para penonton akan tetap merasa masa kini itu ialah masa ia berada.
Kehidupan keluarganya hancur karena Jhon Shaft diincar untuk dibunuh, akhirnya isterinya memutuskan untuk berpisah demi keselamatan anak lelaki satu-satunya. Di bawah asuhan sang ibu, sang anak yang bernama sama dengan ayahnya tumbuh menjadi sosok yang berbeda dari ayahnya. Bertabi’at halus, santun apabila bercakap, menjauhi kekerasan, dan berpendidikan. Sangat berlainan dengan sang ayah yang kasar, suka mabuk dan main perempuan, serta tak taat pada aturan.
Dan tampak betapa pengaruh buruk itu berasal dari sang ayah, atau kami berpendapat sifat buas dan kasar sang anak diaktifkan oleh sang ayah setelah mereka bergaul dengan rapat. Berkata kasar agaknya telah menjadi kosa-kata mereka apabila bercakap, tak patut untuk diucapkan oleh orang terdidik.
Semula kami hendak berhenti menonton filem ini karena ada kesan islamphobia pada filem ini. Namun kami tabahkan hati. Kesal kami mendengar kata pelacur arab yang diucapkan Jhon Shaft serta kata kasar yang mereka ucapkan di dalam masjid. Walau pada akhir filem ini dijelaskan bahwa Imam Masjid pada dasarnya bersih dari tuduhan namun tak serta merta menghilangkan kesan islamphobia.
Filem ini tak cocok ditonton oleh anak-anak dan remaja, perlu kearifan dalam menontonnya walau tak ada adegan mesum pada filem ini, namun ada satu scene dimana dada seorang perempuan diperlihatkan dengan jelas.
Komentar
Posting Komentar