Terkenang dahulu semasa masih bersekolah es de, kami menonton tivi dan diberitakan perihal filem Perang Bintang (IV, V, VI) diluncurkan kembali. Sungguh berkeinginan sangat kami menontonnya namun apalah daya, awak ini orang kampung, mana ada bioskop di kampung adapun di bandar dekat kampung kami tiada sanggup nan punya bioskop memutar filem itu.
Maklumlah, kanak-kanak pasti suka sekali dengan cerita tentang luar angkasa, pesawat, dan kehidupan nan hanya dapat di khayalkan itu. Dan kami rasa tak hanya kami, tapi tuanpun penya keinginan untuk naik pesawat luar angkasa, bertualang ke berbagai planet, dan merasakan hidup mengapu di angkasa luas nan dikatakan orang tak berbatas itu.
Bercakap perihal Filem Perang Bintang, kami telah menonton keenam serinya dan kami hanyut dalam filem tersebut. Kata kawan kami “Filem ini bagus untuk ditonton mahasiswa Ilmu Politik” dan kami sependapat. Berkisah perihal jatuhnya sebuah republik demokratis menjadi kekaisaran otoriter dan totaliter beserta tipu daya yang berjalan diseputarnya. Kemudian dilanjutkan dengan perjuangan Kaum Pemberontak yang dalam sejarah resmi selalu dicap buruk. Ya, pemberontakan itu selalu buruk. Serta akhirnya republik kembali terbentuk setelah rezim otoriter dan totaliter itu ditumbangkan.
Anehnya pada seri berikutnya keadaan nan berlaku digambarkan sebaliknya. Kaisar ada lagi, sesuatu nan membuat kami kecewa, kemudian dilanjutkan dengan seri ke delapan yang mengisahkan kejadian antara Episode tiga dan empat. Selanjutnya seri ke sembilan yang merupakan kelanjutan dari seri ketujuh dimana Han Solo mati ditangan anaknya sendiri. Dan seri yang terbaru yakni ke sepuluh yang mengisahkan perjalanan kisah hidup Hans Solo. Anehnya, tokoh Sith Lord yang bernama Darth Maulyang telah dibunuh Qui Gon Jin (guru dari Obiwan Kenobi) pada seri pertama ada lagi pada seri ke sepuluh. Terus terang kami bingung dengan seri-seri setelah seri keenam.
Namun dilihat dari segi jalan cerita, penokohan, dan lain sebagainya kami suka dengan seri terbaru Solo: Sebuah Kisah Perang Bintang. Tentunya dengan mengenyampingkan jalan cerita yang mungkin karena kebengak an kami, tak berhasil kami fahami.
Silahkan tuan tonton, mungkin kita memiliki pandangan berlainan perkara filem nan satu ini.
Komentar
Posting Komentar