Penyidik Kebetulan, demikian kami menerjemahkan dengan segala keterbatasan kemampuan Bahasa Inggris kami. Semula kami mendapati filem keduanya nan berjudul Penyidik Kebetulan: Tindakan yang rupanya filem kedua. Karena penasaran akhirnya kami cari filem pertamanya, tersua, segeralah kami unduh.
Filem ini berasal dari Kerajaan Joseon, sebenarnya sebagai laki-laki kami takut menonton filem atau filem seri, serta drama dari negeri tersebut sebab telah dicap kegemaran ibu-ibu dan anak perempuan. Namun kami berkilah, nan kami tonton bukan kisah percintaan melainkan sebuah kisah kejahatan. Hampir tak ada kisah percintaan nan mengurai air mata pada filem ini.
Berkisah perihal seorang laki-laki nan bernama Dae Man yang merupakan ayah beranak dua dengan bini amatlah pemarahnya. Ia memiliki kedai buku (komik) yang amat sepi dikunjungi pembeli. Cita-citanya ialah hendak menjadi penyidik (detektif) namun tak lulus ujian kesehatan, hanya kawannya (nan bernama Joon-Soo) saja nan lulus. Namun minat dan keinginannya amatlah kuat, sehari-hari kerjanya mencermati berita kejahatan, dan pergi ke kantor polisi mendengarkan suatu peristiwa kejahatan dan ikut-ikutan memberi pendapat mengenai kejahatan tersebut.
Sampailah pada suatu ketika isteri kawannya dibunuh dan nan didakwa atas pembunuhan itu ialah kawan polisinya nan bernama Joon Soo. Mendapati hal nan demikian, Dae Man semakin tergerak untuk memecahkan kasus kejahatan itu karena ia yakin, kawannya bukan seorang pembunuh. Dalam memecahkan kasus ini, Dae Man berkawan dengan Penyidik Noh yang juga tak mempercayai dakwaan tersebut.
Awal mulanya mereka saling tak menyukai, terutama Penyidik Noh nan amat geram karena Dae Man suka menggaduh kerja polisi di kantor. Sampai-sampai Dae Man digelari dengan Lengau[1] oleh Penyidik Noh. Namun akhirnya, perlahan-lahan mereka mulai saling menyukai selain memiliki tujuan yang sama untuk menyelamatkan kawan nan tak bersalah, mereka juga memiliki nasib yang sama yakni anggota ILTB (Ikatan Laki Takut Bini).
Memang pandai orang dari Kerajaan Joseon ini membuat filem, penasaran dan tak dapat beranjak kami dibuatnya. Filem ini juga memperlihatkan salah satu realitas sosial di negeri tersebut. Sudah menjadi pengetahuan umum bagi orang-orang di republik ini bahwa orang dari Asia bagian Timur itu amat kasar. Mudah saja mereka menampar kepala orang, memaki-maki, atau bersikap kasar. Demikianlah, seorang perempuan nan sebelumnya lembut, tatkala sudah menikah menjadi singa betina nan amat menakutkan. Jangan macam-macam, kalau tak hendak dikurung di luar.
Silahkan tonton filemnya dan nikmati ceritanya..
__________________________________
Catatan Kaki:
[1] Lalat
Komentar
Posting Komentar