Salah satu filem yang teramat kami nantikan ialah nan berjudul Hewan-hewan Menakjubkan: Kejahatan Grindelwald yang telah kami tonton filem pertamanya. Filem ini mengisahkan dunia sihir jauh sebelum masa Harry Potter, tampaknya sebelum Perang Dunia meletus di daratan Eropa.
Filem pertama sangat memancing rasa ingin tahu kami, benar kata orang-orang, filem ini mengobati kerinduan para penggemar Harry Potter yang telah tamat seri filemnya. Berlainan dengan Harry Potter, filem ini tidak dibuatkan romannya dan tentu saja masih ditulis oleh orang yang sama.
Menurut kami filem kedua ini lebih mengagumkan dari filem pertama dan ketujuh seri Harry Potter. Disini digambarkan dengan baik mengenai dunia sihir yang hidup berdampingan dengan dunia manusia, serta kekhasannya yang selama ini mencing rasa ingin tahu kami.
Walau tak pula kami pungkiri bahwa terdapat beberapa alur yang kami pandang bertentangan dengan cerita Harry Potter yang terjadi sesudahnya. Sebut saja tentang Lita Lestrange yang nama belakangnya serupa dengan Bellatrix Lestrange. Lita hanya memiliki satu orang saudara lelaki dan telah meninggal ketika bayi, dan di filem kedua ini Litapun ikut meninggal. Kalaupun ada cerita (di filem berikutnya) rupanya Lita tidak meninggal maka tak mungkin ia mewariskan nama Lestrange kepada keturunannya.[1]
Namun agaknya salah satu rasa penasaran kami terpenuhi yakni tentang Dubledore masa muda. Rupanya ia memang sudah menjadi sosok yang diperhitungkan semenjak dahulu. Sosoknya yang berbeda dengan masa tuanya, setidaknya terjawab. Sama kiranya pertanyaan kita tentang bagaimanakah sosok orang tua kita pada masa mudanya? Apakah sewibawa sekarang?
Salah satu yang membuat agak kecewa yakni soal Nagini yang berkulit kuning dan bermata sipit, padahal dalam narasinya dikatakan kalau ia berasal dari Hutan di Indonesia oleh pemimpin sirkus. Demikianlah pandangan orang Barat tentang Asia yang kuning dan sipit itu. Tapi tak mengapa, tak sampai hati kami melihat orang berkulit sawo matang jadi Nagini.
Walaupun tergaduh dengan berbagai keanehan tersebut, kami sangat menikmati dan kagum dengan filem kedua Hewan-hewan Menakjubkan ini. Kini, kami tak sabar menanti lanjutannya.
_______________________________
Catatan Kaki:
[1] Pewarisan nama keluarga dalam masyarakat Barat bersifat Patrilineal.
Komentar
Posting Komentar