GOT 8 - Episode 1. Winterfell


Permainan Tahta, merupakan salah satu filem nan telah lama kami nantikan kelanjutannya. Konon kabarnya filem nan telah mencapai tujuh musim ini akan khatam di musim ke delapan. Banyak kisah nan menggantung pada akhir dari musim ke tujuh, seperti nan paling mengganggu kami ialah perihal jati diri Jon Snow yang sebenarnya bukanlah anak haram dari Ned Stark melainkan kamanakannya sebab Lyna Stark yang merupakan adik perempuan Ned Stark ialah ibunya. Adapun nama asli Jon Snow ialah Aegon Targaryen.
Kemudian Raja Malam yang telah berhasil menghidupkan kembali naga Daenerys Targaryen yang dibunuhnya, menghancurkan tembok besar yang membatasi Negeri Utara dengan Negeri Belantara yang dihuni oleh Rakyat Bebas. Naga yang kini telah menjadi budaknya itulah nan dipakai untuk menghancurkan tembok sehingga para pusukannya dapat lalu tanpa hambatan melintasi tembok besar tersebut.

Menurut keterangan nan kami baca di Wiki, pada musim ke delapan ini jumlah serinya cuma enam dengan seri pertama berjudul Winterfell. Seperti nan telah tuan ketahui, Winterfell ialah nama bandar ibu Negeri Utara yang terkenal dengan hawa dinginnya. Disinilah para pejuang dari berbagai negeri kecuali dari selatan, pasukan keluarga Lannister (Yang ratunya telah bermuslihat untuk menunggu mereka saling bunuh kemudian menghabisi siapapun yang menang) berkumpul guna menghadapi Raja Malam dan pasukannya nan bernama Pejalan Putih (mayat hidup).[1]
Terdapat beberapa hal penting yang kami catat pada seri pertama dari musim ke delapan ini. Pertama, kedatangan Daenerys Targaryen yang mendapat penolakan dari keluarga Stark dan Rakyat Utara namun mereka tak dapat berbuat apa-apa tatkala mengetahui Jhon telah menyerahkan Tahta Utara dan mengakui Daenerys sebagai ratu. Rakyat utara memang terkenal dengan kekeras kepalaan mereka, seperti yang diungkapkan oleh Sir Davos Seaworth kepada Tyrio “Kepala mereka sekeras kepala kambing, kalau ingin kesetiaan mereka, kalian harus berusaha..”
Kami hanya tersenyum sahaja mendengar ucapan Sir Davos tersebut, serasa kenal dengan sifat keras kepala nan satu ini.
Kemudian Ratu Cersei Lannister yang tampaknya menyerah di hadapan Euron Greyjoy, dimana demi mempertahankan jumlah pasukannya ia akhirnya memutuskan untuk melacurkan diri kepada bangsawan preman nan telah membunuh abang dan menyandera keponakannya ini. Tak heran kami karena perempuan nan satu ini akan melakukan apa sahaja demi mempertahankan tahta. Lagi pula ia merupakan perempuan licik dan culas, pastilah ia telah memiliki jalan untuk membalas.
Menarik juga melihat siasat licik dari Tangan Kanan Ratu yang bernama Qyburn yang dahulu merupakan seorang murid di Citadel[2] namun dikeluarkan dari pendidikannya, ia memerintahkan Sir Bronn untuk membunuh Jaime dan Tyron Lennister karena dituduh berkhianat pada ratu. Tampak kalau Qyburn memiliki rencana sendiri dan menjadi musuh dalam selimut bagir ratu.
Perdebatan antara Sansa dan abangnya Jhon tentang posisi Negeri Utara, kehadiran Daenerys, serta pengakuan tunduk Negeri Utara. Menarik pernyataan dari Jhon “Aku tak pernah menginginkan gelar (raja) itu, aku hanya ingin melindungi Negeri Utara..”
Akhirnya Brandon Stark menyuruh Samwel Tarly yang merupakan teman baik Jhon untuk memberitahu kebenaran tentang dirinya.
Kisah selanjutnya silahkan tuan tonton sendiri, selamat menikmati..
____________________________
Catatan kaki:
[1] Menurut salah satu sumber nan kami baca terdapat perbedaan antara versi roman dengan filem perihal Raja Malam dan pasukannya. Silahkan klik disini.
[2] Citadel sejeni perguruan yang mendidik calon penasehat bagi para Tuan (Lord) dan Raja di Negeri Barat (westeros). Mereka dididik sedari muda, diajarkan berbagai macam pengetahuan mulai dari ilmu pertabiban, sejarah, filsafat, teknik, dan lain sebagainya.

Komentar