GOT 8 - Episode.3 - Long Night


Saat nan dicemaskan itu akhirnya datang jua, Raja Malam dan pasukannya telah berada di luar tembok Winterfell, menyebarkan rasa takut kepada hati yang lemah. Malam nan dingin bersalju, gelap sehingga lawan tak jelas tampak pada pandangan mata. Agaknya karena terlalu percaya diri setelah melihat keajaiban yang diperlihatkan oleh seorang penyihir nan bernama Melisandre,[1] pasukan Dothraki yang dipimpin oleh Sir Jorah Mormont terlalu percaya diri. Tak sadar kalau di depan sana naga es yang ditunggangi oleh Raja Malam sedang menanti guna meluluhlantakkan serang awal mereka.
Sungguh cerdik si Raja Malam, ia bersembunyi dibalik kabut. Membiarkan pasukan mayat hidup (pejalan putih) menyelesaikan tugas mereka, bukankah nanti kalau mereka berhasil dihabisi dapat dihidupkan kembali?

Sesuai judulnya, Malam yang Panjang, maka selama satu seri ini kita disuguhi oleh tontonan pertempuran. Beberapa orang meninggal dalam pertempuran ini termasuk Sir Jorah Mormont beserta sepupunya Lady Lyanna Marmont yang pemberani.
Sebenarnya perang ini merupakan perang yang tak dapat dimenangkan, karena kekuatan si Raja Malam dan pasukannya amatlah besar. Setiap negeri nan diserang dan dibantai penduduknya maka nan mati itu akan segera menjadi pasukan Si Raja Malam. Bahkan beberapa saat nan lalu, beberapa diantara mereka tengah merayakan pesta perisahan di ruangan nan dihangatkan oleh perapian.
Namun Brand yang telah menjadi Gagak Bermata Tiga[2] merupakan orang yang paling dicari oleh Raja Malam karena Brand merupakan ingatannya. Tujuan Raja Malam ialah menghancurkan dunia, tujuannya takkan tercapai apabila masih ada kenangan. Tanpa ingatan, manusia akan mati, seperti Pejalan Putih, pasukan Raja Malam. Tubuh bergerak namun tak punya jiwa, digerakkan oleh kekejian yang berasal dari Raja Malam. Pasukannya tak lebih dari boneka nan mengerjakan apa nan diperintahkan induk semangnya.
Maka dari itu Brand mengajukan diri sebagai umpan untuk membunuh Raja Malam, ia akan menanti si Raja Malam di Pohon Dewa[3]. Theon Greyjoy yang merupakan anak angkat keluarga Stark menawarkan diri untuk mengawal adik angkatnya. Sebagai bentuk penembusan atas kesalahannya dimasa silam.
Setelah mati-matian bertarung menghadapi pasukan mayat hidup dan hampir kehilangan setengah dari pasukan mereka. Tiba-tiba Raja Malam menyerang kedua penunggang naga (Jhon & Daenarys) naga si Raja Malam berhasil dikalahkan – walau tidak sampai mati – dan terpaksalah ia berjalan menuju Pohon Dewa, tempat Brand berada. Dalam perjalanan, Jhon berusaha mencegat Raja Malam, namun agaknya ia sedang geram karena menghadapi perlawanan yang sengit. Tanpa pikir panjang ia menggunakan kekuatannya yang dapat membangkitkan orang mati. Maka jadilah seluruh nan mati bangkit kembali dan menyerang Orang Hidup yang tersisa.
Raja Malam akhirnya berhasil dibunuh oleh Arya yang mengendap di belakangnya, Arya muncul tepat disaat ia hendak menghunus pedang esnya guna membunuh Bran. Begitu pisau yang terbuat dari Baja Valerian menembus tubuh Si Raja Malam, maka dengan seketika badannya pecah menjadi berkeping-kepinglah badannya. Demikian pula dengan para jenderalnya, adapun pasukan Pejalan Putih rebah, serupa boneka yang kehabisan baterai.
Demikianlah agaknya, apabila komputer utama telah dimatikan, maka seluruh program yang jalan akan ikut berhenti. Seperti kata orang, apabila kepalanya telah dipotong maka badannya menjadi tak berdaya. Ya, pasti selalu ada dalang dari semua kejadian nan menima negeri ini. Kita membutuhkan Jhon, Sansa, Arya, dan Brandon Stark.
Winter has coming..
Bahkan cacing na lemahpun akan mengeliat apabila dipijak..
-Ungkapan Lama-
__________________________
Catatan Kaki:
[1] Dia datang dari balik kabut di gelapnya malam, disaat seluruh pasukan gabungan berbaris rapi menunggu perintah. Melisandre datang meminta Sir Jorah agar memerintahkan para Dothraki mengangkat senjata mereka. Melisandre kemudian menyetuh pedang pedang milik salah seorang prajurit lalu merapalkan mantra. Segera pedang-pedang milik prajurit Dothraki nan lain ikut menyala.
[2] Gagak Bermata Tiga merupakan sebuah julukan yang diberikan kepada seseorang yang hidup bersama Anak-anak Rimba. Kakinya lumpuh namun memiliki ilmu bathin yang kuat, dapat memasuki mimpi seseorang, melakukan panggil bathin, melihat masa lalu, dan menengok masa depan. Ia merupakan Peramal Hijau terakhir yang kemudian menjadikan Bran Stark sebagai penerusnya sebelum Raja Malam menikam jantungnya. Salah satu kepandaiannya ialah dapat melihat melalui mata para gagak.
[3] Merupakan pohon suci bagi orang yang masih menganut Agama Lama di Negeri Barat. Agama ini merupakan agama tertua sebelum kedatangan agama Iman yang Tujuh. Berbentuk kepercayaan kepada banyak dewa dan memuja roh-roh. Agama ini kemungkinan berasal dari anak rimba dan kemudian dianut oleh banyak penduduk di Negeri Utara. Keluarga Stark masih menganut agama ini dan memiliki Pohon Dewa dalam istananya Winterfell.

Komentar