“Aku selalu mengabdi pada para Tiran, mereka selalu membicarakan takdir..” Lord Varys.
Lord Varys ketahuan telah berkhianat pada Daenarys, ya.. orang tua nan telah banyak memakan asam garam itu dapat melihat dengan mata bathinnya siapa sebenar pemimpin bagi rakyatnya. Namun Daenarys yang keras kepala serta haus akan kekuasaan dan dikuasai dendam tak dapat menerimanya. Apalagi ia baru sahaja kehilangan orang kepercayaan, sahabat, atau mungkin saudara, Missandei. Dipenggal di hadapan matanya.
Lord Varys dihukum mati di hadapan kawan baiknya serta orang yang telah dirajakannya. Dibakar oleh Drogon, naga yang dikendarai oleh Daenarys. Drogon diambil dari nama suami pertamanya Karl Drogo, sedangkan naga kedua bernama Raeghal yang meninggal pada seri ke-4 oleh panah raksasa[1] yang dilontarkan oleh Euron Greyjoy. Nama naga ini diambil dari nama Rhaegal Targaryan abang sulung Daenarys yang merupakan ayah dari Jhon Snow atau Aegon Targaryan. Naga terakhir diberi nama Viserion yang diambil dari nama Viserys, abang keduanya yang telah menjualnya ke Karl Drogo.
Menarik hati kami, naga-naga ini mencerminkan sikap dari orang yang namanya diberikan kepada mereka. Drogo yang menjadi satu-satunya naga yang tersisa merupakan naga kesayangan dan setia kepada Daenarys. Rhaegal merupakan naga yang setia dan menjadi tunggangan Jhon Snow, yang kemudian meninggal. Sama dengan Daenarys yang telah membunuh cintanya demi kekuasaan kepada Jhon. Sedangkan Viserys mati dan kemudian dibangkitkan kembali oleh Raja Malam yang kemudian berada di pihak lawan.
Seri kelima ini sama kiranya dengan seri ketiga. Seri ketiga menggambarkan perang dengan Raja Malam dan pasukannya sedangkan seri kelima ini menggambarkan perang tanpa belas kasihan dengan Cersei, Ratu yang terlalu percaya diri, hanya mencitai dirinya sendiri, dan takut kehilangan kuasa.
Tabi’at asli dari Targaryan diperlihatkan disini, bagaimana Denarys bersama naganya Drogo membakar habis Bandar Raya Kerajaan. Yang menjadi korban ialah para penduduk tak bersalah. Kami juga heran, disaat perang sudah didepan mata, para penduduk justeru beramai-ramai memasuki Bandar Raya, bukannya menghindari.
Sang pembuat filem ini hendak berkata kepada kita “Inilah akibat dari perang itu, bukan kalian nan menggerakkan perang nan paling menderita melainkan rakyat biasa nan tak tahu apa-apa nan merasakan akibatnya…”
Pasukan nan membabibuta menyerang sesiapa sahaja, tak peduli prajurit musuh ataupun rakyat biasa, perempuan, anak-anak, ataupun orang tua. Bahkan diperlihatkan disini, bahwa kebiasaan para prajurit jahanam yang menyerang dan membantai penduduk negeri nan diserangnya kerap melakukan pemerkosaan.
Semburan api dari Drogon tak hanya mengincar gedung ataupun pasukan Keluarga Lenister melainkan kebanyakan ialah rakyat sipil. Mayat-mayat bergelimpangan, terbakar, hangus, dan sebagian masih dimakan api.
Hanya gara-gara satu orang perempuan lacur nan tak hendak melepaskan kekuasaan yang didapatnya dengan cara haram, ribuan rakyat nan menanggung akibatnya. Hanya gara-gara satu orang perempuan binal nan dipenuhi dendam dan amarah, ribuan rakyat nan menjadi tumbal.
Tampaknya mata Jhon Snow mulai terbuka, demikian juga Sir Bravos yang selama ini diombang-ambing dua pilihan. Kami yakin, kesetiannya ialah pada Jhon dan keselamatan rakyat.
Seri kelima ini memberikan banyak pelajaran, terutama orang-orang nan tengah gila kuasa di sana. Mereka hanya memikirkan diri sendiri, sedangkan rakyat dijadikan tameng ataupun tumbal.
Semoga nasib negeri ini tak serupa nan disangkakan banyak orang. Insya Allah..
I pray to Allah..
That my people have strong heart
Face all of this lies
Even you there have a power
Here we have Allah..
That my people have strong heart
Face all of this lies
Even you there have a power
Here we have Allah..
_____________________________
Catatan Kaki:
[1] Senjata panah raksasa ini diberi nama Kalajengking yang merupakan buatan Qyburn yang merupakan Tangan Kanan Ratu yang licik.
Komentar
Posting Komentar