
Salah satu roman nan teramat kami nanti-nantikan ialah roman terakhir dari Seri Bumi karangan pujangga Tuan Tere Liye. Kami harap memang demikianlah hendaknya.
Pada seri sebelumnya nan berjudul “Komet”, dikisahkan bahwa tiga sekawan Raib, Seli, dan Ali terikat pada jaring perak pada sebuah kapal berkat tipu daya Si Tanpa Mahkota yang sebelumnya menyamar menjadi seorang pemuda nan bernama Max.
Pada permulaan roman ini dikisahkan kalau disaat terakhir muncul Batozar yang menolong tiga sekawan ini karena dipanggil oleh Ali melalui portal cermin. Berkat bantuan Batozar maka tiga sekawan ini berhasil ikut masuk mellaui portal yang telah terbuka menuju Komet Minor.
Kami tidak yakin dengan keberadaan Komet Minor yang berada dalam perut ikan raksasa, menurut kami ikan tersebut hanyalah sebuah pintu. Namun rupanya tidak hanya ada Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, Komet, Komet Minor, dan Aldebaran sahaja melainkan masih banyak nan lain. Rupanya tuan pujangga sedang memberitahu kita perihal rancangan judul tulisannya nanti.
Hingga roman ini berakhir kami belum dapat mengetahui dengan pasti siapa nama asli dari Si Tanpa Mahkota. Namun setidaknya sangkaan kami dan sangkaan banyak pembaca salah, bukan Raib keturunan Si Tanpa Mahkota melainkan Ali.
Banyak pertanyaan baru muncul pada roman ini, seperti yang sangat mengganggu kami ialah perihal jati diri keluarga Ali.
O ya, pusaka nan dicari rupanya berupa tombak.
Ya, pusaka nan katanya akan mengantarkan ia menguasai klan-klan nan lain. Hingga kini, kekuasaan, harta, dan syahwat masih menguasai setiap aspek kehidupan kita. Demi mendapatkan itu semua, semuanya digadai ataupun dijual. Termasuk harga diri, kehormatan anak cucu..
Selamat menikmati membacanya..
Banyak orang menjual pusaka
dicaci dan dipuji
tak heran kami nan mencaci
nan tak masuk di akal bagi nan memuji
Masih punya otakkah mereka?
dicaci dan dipuji
tak heran kami nan mencaci
nan tak masuk di akal bagi nan memuji
Masih punya otakkah mereka?
Komentar
Posting Komentar