Judul: Class of LiesJudul lain: Undercover Teacher, Mr. Temporary
Asal: Korea Selatan
Rumah Produksi: JS Pictures, Studio Dragon
Ditulis oleh: Jang Hong-cheol
Pengarah/ Sutradara: Sung Yong-il & Park Ji-hyun
Pelakon: Yoon Kyun-sang, Geum Sae-rok, Choi Yu-hwa, Lee Soon-Won, Kwon So-Hyun, Han So-Eun, Kim Myung-JiJumlah episode: 16 Episode
Durasi per Episode: 60 Menit
Distributor: OCN
Penayangan: 17 Juli – 5 September 2019
Asal: Korea Selatan
Rumah Produksi: JS Pictures, Studio Dragon
Ditulis oleh: Jang Hong-cheol
Pengarah/ Sutradara: Sung Yong-il & Park Ji-hyun
Pelakon: Yoon Kyun-sang, Geum Sae-rok, Choi Yu-hwa, Lee Soon-Won, Kwon So-Hyun, Han So-Eun, Kim Myung-JiJumlah episode: 16 Episode
Durasi per Episode: 60 Menit
Distributor: OCN
Penayangan: 17 Juli – 5 September 2019
________________________________________
Kami tertarik dengan judul drama yang satu ini, walau genrenya ditulis drama namun sebenarnya tak hanya drama melainkan crime juga. Tatkala kami baca ulasan singkatnya, kami menjadi tertarik.
Berkisah tentang Ki Moo-Hyeok, seorang pengacara hebat yang selalu memenangkan persidangan. Pekerjaannya hancur tatkala ia tak lagi mematuhi perintah induk semang nan mempekerjakannya. Ya, memang demikian tuan, kalau tuan babu serupa kami pastilah faham, induk semang nan menghitam dan memutihkan kita di kantor. Diberhentikan dan dicabut Izin pengacaranya, terusir dari rumah mewah, dan mesti membayar kerugian terhadap para client yang tiba-tiba sahaja menuntu ganti rugi.
Dua bulan kemudian ia memutuskan untuk menyamar menjadi seorang guru honor di sebuah sekolah. Sekolah yang dipilihnya ialah sekolah yang muridnya menjadi korban pembunuhan dan si tersangka merupakan orang yang dibelanya dua bulan nan silam sekaligus menjadi asal muasal kehancuran karirnya.
Di sekolah tersebut ia melakukan penyelidikan, karena ia merasa ada nan janggal dengan kasus pembunuhan tersebut dan yakin kalau orang nan dibelanya – nan kini koma sebab mencoba bunuh diri – tak bersalah. Dalam mengungkap kasus tersebut ia tak hanya menemukan kebenaran tentang pembunuhan melainkan kebenaran lain yang juga ikut terungkap.
Kisah dalam drama ini tak hanya soal pengungkapan pembunuhan melainkan menyibak sisi gelap dari berbagai sudut kehidupan. Kebejatan para pejabat, korupsi nan jalin menjalin dan saling berkaitan, kendali atas media oleh para politisi, kekerasan antar siswa di sekolah dimana perkara rudung[1] merupakan penyakit kronis yang apabila dibiarkan akan menghancurkan setiap sendi kehidupan masyarakat kita.
Drama ini mengungkap bagaimana industri di bidang pendidikan sangat membahayakan. Sekelompok oknum tak berhati mengambil banyak keuntungan. Tak jarang, oknum di bidang pendidikan melakukan eksploitasi terhadap anak-anak seperti yang terjadi pada filem ini. Premanisme diantara para pelajar juga sangat mengkhawatikan dimana sekolah dan guru terkadang dibuat tak berdaya. Buruknya mentalitas sebagian oknum terutama para penjilat yang terbiasa membari service kepada orang yang lebih tinggi jabatan dan status sosialnya amatlah menjijikkan.
Gambaran sebagian orang tua pada drama ini tampak tak asing. Orang tua yang begitu tinggi ambisinya terhadap sang anak, tanpa memikirkan apakah anak mereka suka atau tidak. Seperti pengakuan Han Tae-Ra “Aku adalah boneka hidup ibu ku, aku memakai apa yang ia suka dan melakukan apa yang ia kehendaki..”
Para orang tua sangat berkeinginan anak-anak mereka memiliki nilai tinggi, tak peduli anak mereka suka atau tidak, tak hendak hirau apakah anak mereka mampu atau tidak. Kalau tak sanggup maka akan disuruh les selepas sekolah. Sudah macam bak pekerja rodi sahaja anak-anak itu dibuatnya. Padahal darah daging mereka, sibiran tulang mereka.
Drama ini bagus ditonton oleh para orang tua dan guru, sangat kami sarankan agar menjadi pembelajaran bagi mereka.
___________________________________
Catatan Kaki:
[1] Bully
Komentar
Posting Komentar