The Night Clerk



Judul: The Night Clerk
Pengarah: Michael Cristofer
Produser: David M. Wulf, Arianne Fraser, Tye Sheridan
Pelakon: Tye Sheridan, Ana de Armas, John Leguizamo, Helen Hunt
Perusahaan Produksi: Highland Film Group, WulfPak Productions, Convergent Media
Distributor: Saban Films
Peluncuran: 21 Februari 2020

___________________________________________

Filem ini berkisah perihal seorang pemuda yang menderita penyakit Asperger yang - digolongkan kepada penyakit Autis - bekerja pada sebuah hotel. Penyakit ini merupakan penyakit kejiwaan dimana penderitanya mengalami kepayahan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya.

Pemuda yang bernama Bart ini adalah salah satu contoh penderita asperger yang beruntung. Ia memiliki kecerdasan dan berhasil memiliki pekerjaan, dimana para penderita asperger lainnya banyak yang tidak seberuntung dirinya.

Filem ini mengajak kita untuk mencoba memahami para penderita Aspeger (tidak hanya kelainan jiwa atau mental ini sahaja) bahwa mereka juga manusia biasa yang memiliki kebutuhan sama dengan manusia 'normal' lainnya.

Sudah menjadi kencenderungan di masyarakat kita bahwa orang yang terlihat lain dari biasanya atau bahasa kasarnya 'tidak normal' diperlakukan berbeda (diskriminatif). Seolah-olah mereka bukan manusia yang tidak memiliki keinginan dan kebutuhan yang sama dengan manusia 'normal' lainnya.

Demikianlah Bart yang tidak pernah merasakan hangatnya hubungan asmara, bagaimana rasanya dekat dengan makhluk nan bernama perempuan, serta berbagai bentuk hubungan lainnya. Ia butuh dan ia ingin, namun lingkungan cenderung mengabaikan dan bahkan menyakitinya.

Tatkala ia merasa ada seorang perempuan yang dapat dijadikan tempat mencurahkan kasih sayang dan sebaliknya memberikan kehangatan kasih kepada dirinya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk bagi kehidupan untuk memberikan tamparan menyakitkan pada dirinya.

Perempuan lacur tersebut hanya memanfaatkan Bart demi sang kekasihnya. Sudah acap mendengar kisah perihal perempuan lacur yang tidak memiliki hati dan rela melakukan apa sahaja demi laki-laki yang dicintainya. Walaupun laki-laki tersebut telah menyakitnya, beristeri, dan bahkan seorang pembunuh.

Kita tentu sudah banyak mendengar kisah seorang laki-laki yang menyakiti seorang perempuan. Simpati dengan cepat tertuju kepada perempuan yang terzhalimi itu. Namun disisi lain, cukup banyak laki-laki yang disakiti oleh perempuan. Simpati yang didapat tak sebanyak kepada sang perempuan.

Silahkan tonton filem ini tuan, cukup menggemaskan menurut kami.

Dicopas dari: Catatan St.Nagari 

Komentar