Maleficent: Mistress of Evil


Judul: Maleficent: Mistress of Evil (Ratu Jahat)
Sutradara: Joachim Rønning
Pruduser: Joe Roth, Angelina Jolie, Duncan Henderson
Ditulis (Skenario) oleh: Linda Woolverton, Noah Harpster, Micah Fitzerman-Blue
Berdasarkan: Tokoh dari Putri Tidur Disney, & La Belle au bois dormant by Charles Perrault
Pelakon: Angelina Jolie, Elle Fanning, Chiwetel Ejiofor, Sam Riley, Ed Skrein, Imelda Staunton, Juno Temple, Lesley Manville, Michelle Pfeiffer
Musik oleh: Geoff Zanelli
Perusahaan Produksi: Walt Disney Pictures, Roth Films
Distribusi: Walt Disney Studios, Motion Pictures
Peluncuran: 18 Oktober 2019
Lama tayang: 118 Menit

_________________________________________________

Membaca judulnya kami agak kecewa karena seingat kami Maleficent ialah sosok yang lembut walau kaku dan terkesan keras dan bahkan kasar. Ketulusan cintanya terbukti ketika ciumannya yang tulus berhasil menangkal kutukan yang dibuatnya sendiri dan membangunkan Putri Aurora. Atau mungkin di filem kedua ini ia kembali berubah menjadi jahat?

Kami merasa geli dengan Bangsa Moors yang pada filem ini digambarkan sebagai bangsa Peri, bangsa inilah yang dahulu dipimpin oleh Maleficent sebagai ratu dan kini tahta diserahkan kepada anak angkatnya Putri Aurora. Kami tersenyum sahaja karena Moors merupakan panggilan Barat untuk para penguasa Islam di Andalusia dan negeri-negeri di Afrika Utara. Bahkan kemudian panggilan itu meluas untuk menyebut orang-orang atau bangsa yang bergama Islam.

Dalam filem ini negeri bangsa Moors dan negeri manusia dibatasi oleh sungai lebar. Manusia yang hidup di rumah-rumah dan gedung bertingkat dan Bangsa Moors yang hidup bersahabat dengan alam dimana negerinya hijau keran hutan semua. Kisah perhubungan kedua bangsa ini juga digambarkan tidak baik, selalu bermusuhan, saling curiga, dan saling memerangi.

Suatu kisah yang sama dengan perhubungan dua banga di dunia nyata. Tidak hanya kisah perhubungan kedua bangsa namun juga tipu daya dan muslihat (intrik & konspirasi). Ada keinginan untuk memperbaiki dan mempersatukan kedua bangsa namun sebaliknya ada juga yang berkeinginan sebaliknya.

Filem ini sesungguhnya mengisahkan keadaan sebenar yang sedang menglingkupi dua bangsa besar di planet bumi ini. Bangsa yang selalu saling benci, saling curiga, memusuhi satu sama lain, saling serang, dan saling bunuh.

Mari tonton filemnya, semoga mendatangkan keinsyafan dan hikmah pada diri kita semua.

Dicopas dari Catatan St. Nagari 

Komentar